Minggu, 19 Agustus 2018

LAMR Gelar Pertemuan Akbar, Rebut Pengelolaan Blok Rokan

TOPRIAU,PEKANBARU - Kontrak Chevron pengelolaan ladang minyak Blok Rokan akan segera habis. Pasalnya, berbagai elemen di Riau menginginkan agar pengelolaan blok tersebut diserahkan ke daerah.

Namun keinginan ini belum disetujui oleh Pusat, bahkan Chevron juga memiliki keinginan untuk kembali memperpanjang kontraknya tersebut.

Salah satu pihak yang cukup intens membahas hal ini adalah kalangan adat, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau. Sebelumnya, LAMR pernah mengadakan pertemuan dengan berbagai stakeholder untuk mendiskusikan persoalan. Selasa (31/7/2018), LAM Riau kembali akan mengadakan pertemuan yang lebih besar dengan tema Pertemuan Akbar.

"Ya ini merupakan pertemuan lanjutan kita membahas kontrak Blok Rokan yang akan segera habis," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Syahril Abubakar.

Disampaikan Syahril bahwa LAM Riau akan menjadi akan jadi yang terdepan dan memimpin perjuangan Riau merebut Blok Rokan dari perusahaan asing.

"Dengan bantuan seluruh elemen masyarakat Riau, tidak hanya Suku Melayu kita akan perjuangkan," sebutnya.

Syahril mengatakan bahwa pihaknya juga akan ikut meminta Pusat menyerahkan aset Riau yang yang selama ini dikeruk asing.

"Riau memiliki SDM yang memadai, anak-anak Riau mampu mengelola. Karena ini kita mengelolanya bukan dari nol," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, LAM Riau akan mengundang pemuka masyarakat, tokoh adat, DPRD Riau, Forkopimda, rektor, mahasiswa, LSM, dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk hadir  di pertemuan akbar tersebut. Kegiatan tersebut akan diadakan besok malam di Gedung Balai Adat Provinsi Riau di Jalan Diponegoro.(TR)

sumber; cakaplah.com