Jumat, 19 Oktober 2018

*Cerita Makassar-Mamuju*

TOPRIAU, Setelah menjalin kerjasama dengan adik adik mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, kami (Riau Care Indonesia) langsung bergerak untuk membeli bahan bahan makanan pokok, seperti beras, serta air minum dan lain lain yang sangat diperlukan di Palu dan sekitarnya.

Perjalanan kami mulai dari Kampus Universitas Hasanuddin sekitar jam 02.00 Wita dengan kekuatan satu truk besar (full barang bantuan), tiga mobil avanza (1 mobil tim relawan RCI).

Perjalanan dari Makassar menuju Mamuju, kami tempuh sekitar 17 jam. Kami istirahat sekitar tiga jam di Kabupaten Barru setelah sholat subuh, kemudian melanjutkan perjalanan sampai Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan sholat Jumat dan makan siang.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan suguhan keindahan alam milik Allah Azza wa Jalla, hamparan pantai dan birunya air laut dengan ombak yang yang tenang menjadi penyejuk mata apabila memandang ke sebelah kiri, sedangkan di sebelah kanan bukit-bukit dengan pohonnya yg menghijau menjadi penghibur mata.


Untaian puji-pujian tahadap Allah Sang Pemilik Alam tidak henti-hentinya keluar dari mulut para relawan. Terutama ketika kami sempat berhenti menikmati tenggelamnya matahari di Desa Labuang Onang, Polewali Mandar. Hampir 100 Km rute jalan berada di pesisir pantai.

Memasuki wilayah Propinsi Sulawesi Barat, ujian datang tahadap salah satu relawan, Muhammad Perismon menderita kram pada perut bagian bawah akibat posisi tidur di mobil yang salah, sehingga terpaksa harus menahan nyeri sepanjang perjalanan sampai ke Mamuju.

Tepat jam 20.00 Wita kami memasuki Mamuju, ibukota Propinsi Sulawesi Barat dan menuju Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamuju yang dijadikan sebagai rumah singgah atau posko bagi relawan akan menuju Palu dan sekitarnya. Sesampai disana, kami langsung disambut oleh tuan rumah yang sangat ramah, Wakil Bupati H Irwan Pababari. Penyambutan yang betul-betul bersahabat.

Setelah sesi foto-foto, kami melanjutkan dengan menikmati berbagai suguhan yang dihidangkan, sementara Perismon yang sempat demam tinggi karena menahan nyeri selama empat jam lebih, setelah meminum obat langsung istirahat total untuk mempersiapkan fisik untuk melanjutkan perjalanan besoknya.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan kepada Ketua tim RCI, Ian Tanjung dan relawan RCI Salman, di bantu Dr. Acid Mujaddid (RCI) di posko kesehatan yang terdapat di halaman rumah wakil bupati tersebut. (bersamabung).