Jumat, 19 Oktober 2018

Wilayahnya Jadi Tempat Sampah, Masyarakat Telaga Musim Kesal

TOPRIAU, TEMBILAHAN - Masyarakat di Jalan Telaga Musim, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) mempertanyakan keputusan pihak terkait, yang menjadikan wilayah setempat sebagai lokasi pembuangan sampah dari hasil gotong royong (goro), sebagai persiapan menjelang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-48 tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (11/10/2018).

Padahal, masyarakat setempat sudah melakukan bersih-bersih, baik di rumah masing-masing maupun di lingkungan sekitar, dalam upaya mendukung dan ikut mensukseskan perhelatan religius tahunan tersebut di Kecamatan GAS.

Seperti yang disampaikan Ketua RT 6 RW 3 Kelurahan Teluk Pinang, Ali Ramli. Ia mengaku terkejut, karena tiba-tiba saja terlihat tumpukan sampah di tepi badan Jalan Telaga Musim.

"Saat lewat tadi, saya lihat banyak sampah yang bertumpuk di tepi jalan. Padahal sebelumnya tidak ada," ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, ia pun langsung mengkonfimasi pihak terkait, untuk mempertanyakan kenapa sampah yang berasal dari jalan-jalan lain di Kelurahan Teluk Pinang itu dibuang begitu saja di pinggir Jalan Telaga Musim, tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu.

"Maen buang begitu saja, memangnya Jalan Telaga Musim ni tempat pembuangan sampah," kata Ali dengan nada tinggi.

Senada dengan itu, Adi, salah seorang masyarakat setempat juga mengesalkan adanya tumpukan sampah yang tiba-tiba muncul di pinggir Jalan Telaga Musim.

Pasalnya, selain ramai aktifitas masyarakat yang lewat di jalan menuju Madrasah Abbiyah tersebut, jalan itu juga akan dipergunakan para peserta MTQ Kabupaten Inhil untuk sampai di salah satu lokasi cabang perlombaan MTQ.

"Kita harap pihak terkait segera membersihkan sampah yang dibuang di tepi jalan ini, karena di Abbasiyah jadi salah satu lokasi cabang perlombaan MTQ, belum lagi ada pemondokan kafilah dari Kecamatan Enok," tambahnya. (TR/MCR)