Kamis, 15 November 2018

Indragiri Hulu Dilanda Banjir, 4.384 Rumah Warga Terendam

TOPRIAU, RENGAT - Hujan terus menerus di Indragiri Hulu,  mulai berdampak bagi masyarakat,  terutama air sungai yang naik bahkan sudah melimpah di beberapa titik.  Ribuan rumah di Inhu mulai merasakan dampak banjir.  Belum lagi ratusan hektar perkebunan dan juga lahan pertanian warga yang harus terendam dan hampir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhu,  Raden Widodo mengungkapkan, 11 kecamatan di Inhu mulai berdampak akibat luapan air sungai baik Kuantan,  Cenaku,  Gansal maupun Sungai Indragiri. Lebih kurang 44 desa sudah terendam.

"Ada sekitar 4.384 rumah warga yang digenangi air. Saat ini belum ada warga yang mengungsi, karena sebagian besar rumah warga yang berada di bantara Sungai Indragiri berbentuk panggung," ucap Widodo.

Dikatakannya, banjir melanda Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Peranap, Rakit Kulim, Batang Peranap, Kelayang, Sei Lala, Pasir Penyu, Rengat, Kuala Cinako, Rengat Barat dan Kecamatan Lirik.

Selain rumah warga,  sekolah menengah pertama (SMP) turut terendam dan SD juga ikut terendam.  Namun hingga saat ini aktifitas belajar mengajar masih terus berjalan.

"Ketinggian air mencapai 65 centimeter hingga satu meter. Banjir diakibatkan luapan air Sungai Indragiri," ucapnya.

Ditambahkannya, pihak kabupaten dan juga BPBD Riau saat ini sudah mendirikan tenda pengungsian untuk korban banjir.

"BPBD Inhu sudah menyiagakan beberapa peralatan pengungsian berupa tenda. Tapi saat ini belum ada warga yang mengungsi," ujar kepala BPBD Riau,  Edwar Sanger.

Selain rumah, ditambahkannya juga ada sekolah dan jalan tergenang banjir. Saat ini tim terus memantau kondisi luapan air Sungai Indragiri.

"Kita imbau masyarakat terus waspada, karena curah hujan masih tetap tinggi. Tim kita terus stand by di lokasi apabila dibutuhkan untuk membantu warga," tutup Edwar. (TR/MCR)