Kamis, 24 Januari 2019

Kasus DBD Tertinggi di Pekanbaru Berada di Wilayah Tenayan Raya

TOPRIAU, PEKANBARU - Tingginya intesitas hujan akhir-akhir tak hanya menyebabkan genangan air dibeberapa titik dikota Pekanbaru. Tetapi masyarakat juga rentan dengan wabah penyakit. Salah satunya enyakit demam berdarah dengue (DBD) jadi sorotan pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru.

Pascabanjir, masyarakat Pekanbaru diminta untuk ikut mencegah potensi penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut. Bahkan Diskes juga mencatat di Pekan ke-50 mencapai 346 kasus DBD.

Informasi tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Kota Pekanbaru Yanti. Ia juga mengatakan, kasus penyakit DBD paling tinggi berada di wilayah Kecamatan Tenayan Raya dengan 56 kasus.

"Untuk itu, Kecamatan Tenayan Raya menjadi fokus perhatian dalam menekan kasus DBD itu. Untuk menekan kasus DBD itu, diskes memberikan solusi yang tepat yaitu 3 M plus," ungkapnya.

Sementara perkembangan kasus DBD di wilayah kecamatan lainnya di Pekanbaru juga jadi perhatian.  Diantaranya Kecamatan Sukajadi 24 kasus, Senapelan 22 kasus, Pekanbaru Kota 11 kasus, Rumbai Pesisir 20 kasus, Rumbai 18 kasus.

Kemudian Kecamatan Limapuluh 20 kasus. Kecamatan Sail 3 kasus, Bukit Raya 25 kasus, Marpoyan Damai 44 kasus, Tenayan Raya 56 kasus, Tampan 51 kasus dan Payung Sekaki 52 kasus.

"Selain mengubur, menguras dan mendaur ulang barang, masyarakat juga dianjurkan memakai kelambu menutup tempat tidur. Guna menghalangi nyamuk mendekat saat tidur. Penggunaan anti nyamuk juga dapat mencegah dan membasmi nyamuk di dalam rumah," pungkasnya. (Kominfo)