Kamis, 24 Januari 2019

Ubah Limbah Botol Plastik jadi Rupiah, Ini yang Dilakukan Tiga Dosen Faperta Unilak Riau

TOPRIAU, PEKANBARU - Sampah botol plastik yang banyak ditemukan di tempat sampah dan pinggir jalan menjadi salah satu persoalan di sejumlah kota besar, termasuk di Pekanbaru, karena sangat sulit hancur secara alamiah, dan botol plastik dianggap tidak memiliki nilai.

Namun di tangan tiga Dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) yakni  Ir. Surtinah, MP, Dra.Seprita Lidar, MSi dan Trisia Wulantika, SP, MP, secara jeli melihat peluang kreatif, bisnis dan memiliki nilai jual tinggi dari limbah botol plastik bila di daur ulang.

Dengan menggandeng kelompok remaja yang ada di lingkungan kampus Unilak, Tiga dosen ini melakukan pengabdian masyarakat Untuk membantu para remaja agar memiliki peluang berwirausaha yang dilakukan Sabtu (29/12), mereka memberikan pelatihan melalui program  pengabdian kepada masyarakat yang berjudul daur ulang botol plastik air mineral menjadi bunga imitasi, bros baju, yang memiliki nilai jual tinggi pada kelompok remaja di lingkungan kampus unilak. 

Menurut salah satu dosen Surtinah saat dihubungi Ahad (30/12) mengatakan, sampah merupakan barang yang dianggap tidak berguna lagi yang berasal dari hasil kegiatan manusia berupa bahan organik maupun anorganik yang dapat terurai maupun yang tak dapat terurai.

Sampah anorganik yang banyak ditemui saat ini khususnya di lingkungan kampus adalah sampah botol plastik, kegiatan daur ulang merupakan salah satu bentuk pengelolaan sampah.

Padahal pengelolaan sampah yang dilakukan secara baik akan dapat menciptakan dampak komersil sehingga dapat menjadi suatu usaha yang menguntungkan.

"Harga Brossnya kita jual 5000 sangat cocok untuk souvenir pernikahan, sedangkan bunga imitasinya 1 rangkaian untuk ucapan selamat wisuda atau yang lainnya dijual Rp. 50.000.
Dengan banyaknya limbah botol plastik, jika terus di pasarkan dan dikembangkan maka para remaja tadi bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan memiliki wirausaha. Pemasarannya bisa dilakukan saat pameran,bazar maupun acara wisuda,"ujar Surtinah, seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Surtinah berharap dari kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada kelompok remaja untuk dapat berwirausaha, mengajukan usulan proposal PKM (program kreativitas mahasiswa) dan lain lain.

"Tujuan akhirnya tentu kita berharap kelompok remaja yang kita bina ini bisa terus termotivasi untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan dasar untuk di daur ulang yang tentunya akan mencegah mereka dari pelilaku negatif dan bahkan mampu menghasilkan rupiah dari sampah plastik ini," pungkasnya. (TR/MCR)