Jumat, 22 September 2017

Ribuan Jemaah Masjid An-Nur Pekanbaru Menangis Saat Shalat Gerhana Matahari

TOPRIAU, PEKANBARU - Ribuan umat muslim melaksanakan Shalat Gerhana Matahari di Masjid An-Nur, Pekanbaru. Bertindak sebagai Khatib, Ustadz DR Saidul Amin MA. Sementara imam Ustadz M Nazri. Shalat gerhana dilaksanakan selain bertujuan mengagungkan kebesaran Allah SWT, juga sebagai wujud syukur sekaligus intropeksi diri atas penomena alam yang terjadi.

Shalat Sunat Gerhana mulai dilaksanakan pukul 07.00 WIB. Mulai orang tua, anak-anak. Imam masjid saat melantunkan ayat-ayat suci Alquran tersedu-sedu menangis. Beberapa ayat yang dibacakan sempat terhenti karena tak tahan menahan haru atas penomena gerhana matahari yang terjadi.

Khatib Saidul Amin dalam khotbahnya menekankan pentingnya rasa takut pada Allah SWT atas terjadinya penomena alam gerhana matahari yang terjadi pagi ini (Rabu). Hal ini membuktikan betapa kecilnya manusia dihadapan Allah sang pencipta yang mengatur alam semesta.

Salah satu wujud rasa takut pada Allah itu, dengan melaksanakan Shalat Gerhana dengan diiringi mengagungkan kebesaran Allah SWT dengan melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Usai melaksanakan sholat gerhana, para jemaah berkesempatan menyaksikan gerhana matahari yang mulai menampakkan diri setelah tertutup awan. Namun karena hampir semua jemaah melihat dengan mata telanjang, penomena alam ini tidak bisa dinikmati dengan maksimal karena kuatnya sinar matahari, meski sebagian sudah tertutup bulan seperti sabit. TR