Jumat, 22 September 2017

Berkat Doa Ibu Anak Ini Mengalami Sukses di Rantau

TOPRIAU - Saya seorang mahasiswa yang sedang kuliah di salah satu perguruan Tinggi Negeri di Bandung. Saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun berkat keinginan yang kuat untuk meneruskan cita-cita, saya memberanikan diri untuk terus melanjutkan kuliah. Keinginan itu direstui oleh ibu dan kedua kakak saya. Sebab sejak kelas tiga SMA, bapak saya sudah meninggal. Jadi, yang menggantikan posisi almarhum bapak adalah ibu saya.

Sebulan sekali, saya harus pulang kampung untuk mengambil bekal dan menengok ibu yang tinggal sendirian, karena kedua kakak saya merantau jauh. Jumlah uang yang ibu berikan memang tak seberapa jika dilihat dari jumlah nominal uangnya. Tapi, saya tak pernah mengeluh dengan jumlah yang ibu berikan.

Uang tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan kuliah dan makan sehari-hari saya. Untuk biaya kost, saya tidak perlu memikirkannya, karena syaa tinggal di masjid, menjadi pengurus masjid dan juga mengajar anak-anak mengaji selepas Magrib. Dengan cara tersebut, setidaknya, bisa membantu meringankan beban ibu saya dan juga dapat mengamalkan ilmu yang didapatkan kepada anak-anak Madrasah Diniyah.

Yang paling membuat saya besar hati adalah doa ibu yang selalu membuat saya bersemangat dan penuh harapan. Ibu selalu mengatakan bahwa "Allah SWT, tidak akan membiarkan hamba-Nya yang sednag mencari ilmu dan selalu bertaqwa kepada-Nya, dan akan memberikan jalan dari arah yang tidak disangka-sangka".

Ibu juga memberi amanat agar saya jangan sampai meninggalkan perintah ibadah dan selalu berdoa kepada Allah agar diberikan jalan kemudahan dari setiap persoalan yang dihadapi. Amanat tersebut selalu saya ingat dan dijadikan sebagai kekuatan dalam menghadapi setiap masalah dan kesulitan.

Ternyata, ucapan dan berkah doa seorang ibu mendapat kabul dari Allah SWT. Saya akhirnya mendapatkan pekerjaan menjadi guru privat anak SD kelas tiga di dekat masjid tempat saya tinggal. Setelah itu, saya mengajukan beasiswa kepada salah satu yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah.

Sehabis diseleksi beberapa kali, ternyata saya terpilih menjadi pemenang beasiswa tersebut. Berkat kerja sambilan sebagai guru privat dan beasiswa tersebut, Alhamdulillah saya bisa sedikit meringankan beban ibu saya di kampung.

Semoga kisah saya ini bisa dijadikan pelajaran bahwa Allah pasti akan memberikan jalan kepada hamba-Nya yang benar-benar bertaqwa. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah karena Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya itu menanggung beban yang sekiranya hamba-Nya itu tidak sanggup untuk memikulnya.

Dan jangan lupa meminta ampun dan doa dari kedua orang tua (jika masih ada) karena ridha Allah SWT terletak pada keridhaan orang tua, begitu juga murka Allah sama dengan murkanya kedua orang tua. Yang paling penting adalah memaksimalkan usaha kita dan berdoalah kepada Allah. (TR/VC)