Minggu, 19 November 2017

Ini Dia Pemain yang Jadi Mualaf Saat Jadi Bintang Sepakbola Eropa

TOPRIAU -  Saat ini, ada banyak pemain Muslim yang bermain di Eropa. Tak sedikit pula para pemain tersebut menjadi pemain inti di klub masing-masing.

Ada pemain yang sudah Muslim sejak lahir. Ada juga yang ternyata seorang mualaf, dari non-Muslim, mereka mengubah keyakinan.

Siapa sajakah pemain top dunia yang memutuskan menjadi mualaf? Berikut seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Franck Ribery (Bayern Munich)
Ribery memeluk Islam pada 2002, mengikuti keyakinan istrinya, Wahiba Belhami. Dia menambah nama "Bilal" setelah memutuskan menjadi mualaf.

Ribery tergolong Muslim yang taat. Dia beberapa kali terlihat berdoa sebelum pertandingan. Dia juga sangat anti dengan minuman beralkohol.

"Islam yang menjadi sumber kekuatan saya di dalam maupun di luar lapangan," ujar Ribery kepada majalah Match tanpa menjelaskan sejak kapan memeluk Islam.

"Saya menjalani karier yang berat. Saya kemudian berketetapan hati untuk menemukan kedamaian. Akhirnya, saya menemukan Islam," lanjutnya.

2. Emmanuel Adebayor (Istanbul Basaksehir)

Eks pemain Tottenham Hotspur dan Real Madrid ini memeluk Islam pada 2015. Sebuah rekaman video amatir yang diunggah di Youtube, memperlihatkan Adebayor mengikuti bacaan syahadat dari pemuka agama. Dalam kesempatan tersebut, eks kapten Timnas Togo itu juga mengenakan pakaian seperti gamis serba putih.

Kalangan media, sebagaimana dilaporkan 101 Greatgoals, mengklaim Adebayor memang mengubah keyakinannya demi melupakan masa lalu kelamnya bersama keluarga.

Adebayor diketahui terlibat pertengkaran dengan keluarga besarnya sendiri. Dia bahkan tak segan untuk mengumbar keburukan ibunda dan saudara-saudara kandungnya melalui media sosial.


3. Philippe Senderos (eks AC Milan dan Arsenal)

Satu lagi pemain tenar yang memutuskan menjadi mualaf. Dia adalah eks bek tangguh Arsenal dan AC Milan, Philippe Senderos.

Senderos memutuskan menjadi mualaf pada 2012 di sebuah pusat agama Islam di Manchester. Senderos merupakan lulusan teologi, ia dilaporkan menunjukkan banyak minat pada agama-agama di dunia. Pada akhirnya, dia memilih Islam sebagai keyakinan barunya.

"Saya sangat tertarik pada agama-agama di dunia," kata Senderos seperti dikutip Press TV sebelum akhirnya memilih Islam.

4. Eric Abidal (eks Barcelona)

Abidal memeluk Islam pada 2007. Dia mendapat hidayah setelah menikahi istrinya Hayet Kebir, wanita asal Aljazair.

Kepada majalah Match yang terbit di Paris, Abidal mengatakan, agama Islam telah mendorongnya untuk bekerja keras untuk memperkuat timnya. "Saya memeluk Islam dengan keyakinan penuh," kata pemain asal Prancis ini," kata pemain asal Prancis ini.

Abidal pernah mengalami kanker hati pada 2011, sehingga harus absen lebih dari setahun. Dia akhirnya gantung sepatu pada 2014, usai membela klub Yunani, Olympiacos.

5. Nicolas Anelka (eks Real Madrid)

Pemain yang satu ini sempat malang-melintang di klub-klub besar dunia, dari mulai Paris Saint-Germain, Arsenal, Real Madrid, Liverppool, Juventus, dan Chelsea.

Anelka rupanya sudah memutuskan menjadi mualaf sejak usianya menginjak 16 tahun. Setelah memeluk Islam, dia memiliki nama Muslim, Abdul-Salam Bilal.

“Saya menjadi seorang Muslim sejak saya berusia 16 tahun. Saya merasa nyaman dan tenang dengan agama dan hidup saya hari ini,” kata Anelka pada majalah Super yang berbasis di Arab Saudi.

6. Danny Blum (Eintracht Frankfurt) Pemain asal Jerman ini menjadi mualaf pada Januari 2015. Penyerang 26 tahun ini menganggap Islam telah memberikannya kekuatan.

"Islam memberikan saya kekuatan. Salat menenangkan jiwaku. Saya orang yang mudah marah, tidak menentu, dan tak tahu di mana saya berada," kata Blum seperti dilansir The News Tribe.

"Saya mengunjungi masjid dan saya langsung merasa bangkit. Saya merasakan sesuatu dan saya selalu ingin lebih," tambahnya.

7. Abel Xavier (eks AS Roma dan Liverpool) Xavier memutuskan menjadi mualaf pada Desember 2009, tak lama setelah pensiun sebagai pemain sepakbola. Pemain yang kini menukangi Timnas Mozambique ini mengaku menemukan kedamaian dalam Islam.

"Pada saat-saat sulit, saya menemukan kenyamanan dalam Islam. Secara bertahap, saya belajar bahwa agama ini mengajarkan kedamaian, kesetaraan, kebebasan, dan harapan. Ini hal yang sangat penting," kata pemain yang mengubah namanya menjadi Faisal Xavier ini seperti dilansir Goal. (TR/VC)