Sabtu, 22 September 2018

Takbiran Keliling Kampung Menggunakan Obor Masih Terpelihara di Teratak Sipungguk

TOPRIAU, KAMPAR - Takbiran tanda berakhirnya Bulan Ramadhan dan masuknya bulan Syawal menjadi momentum yang selalu diagungkan oleh  umat mulim diseluruh penjuru dunia, bahkan berbagai acara dan tradisi dimeriahkan untuk menyambut hari kemenangan tersebut. Salahsatu tradisi yang hingga saat ini, masih  terpelihara adalah takbiran keiling kampung  menggunakan obor.

Salahsatu daerah yanga masih mempertahankan takbiran keliling kampung menggunakan obor adalah Dusun Teratak Desa Sipungguk Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Takbiran ini diawali dari Masjid an Nur Teratak,  ratusan warga terutama anak anak Taman Penidikan al Quran (TPQ) terlihat begitu semangat memeraiahkan takbiran.

Mereka berjejer di halaman masjid an Nur memegang  obor yang terbuat dari bambu dan sumbu dari sabut kelapa. Dengan dikomandoi oleh panitia mereka akhirnya bergerak keiling kampung. Latunkan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil menggema menyambut hari kemenangan idul fitri.

Hampir  setiap sudut kampung mereka lintasi dengan berjaan kaki, penerangan dengan obor membuat suasana semakin meriah dan semarak. Meskipun disebagian jalan terkena macet ketika dilewati oleh rombongan namun tidak membuat warga kesal.

Warga sudah bisa memaklumi bahwa malam berakhirnya Ramadhan merupakan suasana yang penuh dengan keceriahan dan kemenangan sehingga Asma Allah menggema di setiap sudut kampung.

Menurut salahseorang tokoh masyarakat, Hermasnyah takbirang keliling kampung yang diadakan di Dusun Teratak ini tiap tahun dilakukan. Takbiran menggunakan obor ini salahsatu bentuk siar islam yang digelar oleh masyarakat yang sudah berlangsung turun temurun.

"Pada masa lalu tradisi menggunakan obor sebai siar islam ini, dimulai pada malam 27 Ramadhan hingga berakhirnya Ramdhan. Selain sebagai siar Islam acara ini juga sebagai ajang silaturahmi baik anatara keluarga maupun sesama orang kampung", jelas Herman.

Acara takbiran keliling kapung menggunakan penerangan obor ini, juga dimeriahkan oleh pembagian hadiah kepada peserta takbiran. Panitia acara menyediakan hadiah selain  memotivasi anak anak agar lebih peduli dengan tradisi diharapkan ada kebahagiaan yang dirasakan dalam menyambut kemenagan lebaran Idul Fitri. (TR/Abmo))