Jumat, 19 Oktober 2018

Abdul Somad Bacakan Nasehat untuk Sandiaga Uno pada Acara Tepuk Tepung Tawar di LAM Riau

TOPRIAU, PEKANBARU - Hubungan antara Sandiaga dan Ustadz Abdul Somad (UAS) yang duduk bersama di Balai Adat  Melayu Riau dalam acara tepuk tepung tawar terlihat harmonis.  Dalam acara tepuk tawar tersebut,  UAS sempat membacakan sebuah nasihat.

Berikut bunyi nasihat Datuk Seri Ulama Setia Negara H.Abdul Somad, Lc., MA.

Dengan Bismillah kalam bermula
Salam dan sembah untuk semua
Alhamdulillah berawal doa
Sholawat dan salam sempurna kata

Yang raja dengan mahkota
Hulubalang serta panglima
Datuk dan Datin alim ulama
Besar tak besebut gelar kecik tak besebut nama

Sudah lah elok berparas rupa
Hidup bertuah dan beragama
Kalau tuah ada di raga
Pasir digenggam jadi permata
Hati tertawa merasa suka
Baik pemudi serta pemuda
Dari gadis hinggalah janda
Sandiaga tuan bernama

Cerdik pandai alim ulama
Lebih tinggi seranting lada
Lebih dulu selangkah kuda
Batangnya tempat menghela
Daunnya tempat bersuka
Akarnya tempat bersila

Dengar cakap alim ulama
Jangan buat penyorong kereta
Mesin menyala, asap tersisa
Besi habis arang binasa

Hati-hati doa miskin papa
Dia dan Tuhan tiada berantara
Kalaupun azab tak turun jua
Bukan kerana Allah lupa
Tapi hanya menunggu masa

Manusia bisa buat tipu daya
Apalah susah bermain kata
Tapi ada yang Maha Kuasa
Bila berkehendak semua nyata
Detak jantungmu dalam kuasa-Nya
Dia katakan: Kun! Kau sirna

Anambas di tengah samudera
Pipa gas di pelupuk mata
Untaian Zamrud katulistiwa
Budak Melayu duduk menyapa
Hp mahal tiada berguna
Tak ada signal kata mereka

Pahlawan devisa negara
Meninggalkan sanak keluarga
Hanya mencari pelepas dahaga
Negeri kaya tiada terkira
Mengapa tidak dibina serta
Akhirnya
Menjadi kuli di rumah tetangga
Mereka tidak hina
Mereka orang mulia

Kalau tak ada asa
Hidup tiada bermakna
Tak ada guna nyawa
Anak negeri merasa hina
Hati berang marah durjana
Allah Maha Mulia
Datuk Syahril Abu Bakar berumpama
Dia kirim matahari dan bulan purnama
Ntah siapa bulan siapa pernama
Agak nya aku lah bulan purnama
Karena dalam gelap gulita
Bila matahari sudah ke istana
Kaki kan melangkah jua kesana

Kalau Allah titipkan kuasa
Jangan angkuh semena-mena

Kalau Allah titipkan kuasa
Kaya dan miskin dipandang sama

Kalau Allah titipkan kuasa
Cerdik mulia, bodoh dibina

Kalau Allah titipkan kuasa
Jangan asik bersolek rupa

Kalau Allah titipkan kuasa
Padi disemai dipetik serta

Kalau Allah titipkan kuasa
Bagi minyak merata-rata

Kalau Allah titipkan kuasa
Jangan asik pinjam ke cina

Kalau Allah titipkan kuasa
Jangan jual aset negara

Kalau Allah titipkan kuasa
Ada masanya Dia ambik semula

Mencoba merangkai kata
Di atas cakrawala
Dari Siak Sri Indrapura
Menuju airport Sultan Syarif Kasim Dua.  (TR/MCR)