Jumat, 22 September 2017

One Day No Rice itu Wagu, Pak Bup

Oleh: Iben Nuriska

TOPRIAU - Gerakan One Day No Rice pertama kali dicanangkan Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, untuk menggalakkan diversifikasi pangan di wilayahnya. Gerakan ini mengadopsi gerakan serupa yang dilakukan di Korea Selatan.

Oleh Nur Mahmudi Ismail, gerakan ini diikuti dengan pelarangan berjualan nasi pada setiap hari Selasa di kantin balaikota dan menyediakan makanan pengganti berbahan kentang, jagung dan umbi-umbian. Gerakan ini kemudian dicabut oleh penggantinya Idris Abdul Shomad yang menilai gerakan ini tidak efektif. Dengan adanya pelarangan ini, kata Idris, banyak PNS yang curi-curi makan nasi dan menghambat mobilitas, bahkan ada yang sakit.

Beberapa hari yang lalu, gerakan serupa dicanangkan Bupati Kampar, Azis Zaenal. Entah apa yang diharapkan oleh Bupati Kampar dengan pencanangan gerakan ini selain alasan diversifikasi pangan yang juga dijadikan alasan oleh beberapa kepala daerah di Jawa Barat. Kampanye sehari tanpa mengonsumsi beras terasa wagu bila itu dilakukan di Kabupaten Kampar hanya untuk diversifikasi pangan.

Diversifikasi pangan hanya cocok dilakukan di wilayah yang minim lahan pertanian karena tergusur oleh luasnya kebutuhan lahan industri perkebunan dan industri lainnya yang mematikan petani. Gerakan ini tidak tepat dilakukan di Kabupaten Kampar mengingat ketersediaan lahan pertanian yang masih sangat luas yang bila dioptimalkan maka, Kabupaten Kampar bisa menjadi daerah swasembada beras. Kecuali Bupati Kampar punya agenda tersembunyi untuk meninggalkan usaha pertanian masyarakat (petani padi) dan menggantinya dengan perluasan kawasan industri. Lalu bagaimana dengan nasib petani?

Faktor kesehatan menjadi salah satu alasan Bupati Kampar mencanangkan program ODNR. Hal ini juga terkesan wagu. Bila kita merujuk pada aktifitas pemenuhan asupan gizi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, makanan yang terbuat dari beras masih menjadi menu utama, hanya pengolahannya yang berbeda. Ini menandakan bahwa kebutuhan orang Indonesia terhadap beras tak bisa dinafikan dengan alasan diversifikasi pangan.

Alasan-alasan lain terkait kesehatan yang mendasari program ini juga tidak berdasar. Bila nasi dianggap sebagai sumber penyakit adalah dikarenakan konsumsi yang berlebihan. Penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan secara berlebihan bisa disebabkan oleh bahan makanan apa saja, tidak hanya nasi. Karena itu tidaklah tepat menegah makan nasi karena alasan penyakit.

Entah siapa yang membisiki Bupati Kampar dengan mencanangkan program ikut-ikutan ini. Tidakkah para pembisik itu, atau Bupati Kampar sendiri melihat banyak hal yang harus digerakkan di Kabupaten Kampar. Bila terkait penyakit fisik, alangkah lebih baiknya Bupati Kampar mencanangkan gerakan sehari atau selamanya tidak mengonsumsi makanan cepat saji yang mulai berkembang di Kabupaten Kampar dan kembali ke makanan tradisional sebagai menu camilan, gerakan ini juga sebagai langkah antisipatif ekspansi pengusaha makanan cepat saji yang dapat mematikan usaha kuliner rakyat; atau gerakan sehari tanpa bahan pengawet; atau gerakan sehari tanpa penyedap rasa.

Banyak gerakan selain ODNR ini yang lebih bermanfaat. Seperti misalnya gerakan tidak membuang sampah ke sungai; gerakan tidak menebang pohon; gerakan sehari menanam sebatang pohon di daerah aliran sungai dan gerakan-gerakan yang bertujuan menyelamatkan ekosistem yang layak untuk dibuatkan peraturan daerah. Kecuali memang gerakan ikut-ikutan ini memiliki agenda tersembunyi (perluasan kawasan industri) maka, masyarakat petani, khususnya petani padi, agar bersiap-siap untuk gigit jari dan menjadi penonton di negeri sendiri. ***

Iben Nuriska adalah penulis lepas. Sesekali menulis puisi dan cerpen. Beberapa di antaranya dimuat di Riau Pos, Riau Mandiri, Kumpulan Puisi Penyair Muda Riau, Antologi Puisi Riau Pos "Ayat-ayat Selat Sakat", Antologi Cerpen Festival Malam Purnama Majapahit Trowulan (2010) terbitan Dewan Kesenian Jawa Timur, Antologi Puisi Festival Malam Purnama Majapahit Trowulan (2010) terbitan Dewan Kesenian Jawa Timur.