Rabu, 20 September 2017

Riau Tuan Rumah Konreg PDRB-ISE Se-Sumatera



Pekanbaru, inforiau - Provinsi Riau tuan rumah penyelenggaraan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto dan Informasi Sosial Ekonomi (PDRB-ISE) se-Sumatera tahun 2016. Kegiatan ini digelar di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Kamis (2/6).

Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman diwakili Plt Sekdaprov Riau H Muhammad Yafiz, Kepala BPS, Kepala Bank Indonesia, Kepala Bappeda se-Sumatera.

Tak hanya itu, hadir juga Kepala BPS Pusat Suryamin, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Pusat Dr Suhariyanto dan Staf Ahli Bappenas Bambang sebagai pemateri.

Pertemuan ini mengangkat tema: optimalisasi peran industri pariwisata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal's (SDGs) melalui pemantapan infrastruktur dan promosi.

Dalam papar Dr Suhariyanto menyampaikan materi ekonomi pariwisata dan SDGs. Menurutnya, pariwisata sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat Indonesia. Kenapa tidak, dengan pariwisata akan meningkatkan permintaan akan barang dan jasa, yang mempengaruhi produksi barang dan jasa. Dengan begitu, secara otomatis meningkatkan pula balasan jasa dan keuntungan serta jumlah tenaga kerja.

Tak hanya itu, pariwisata juga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah. Karena disana terdapat peningkatan tabungan dan investasi. Hal itu terjadi karena wisatawan yang datang membeli barang dan jasa.

Secara global, kata dia, distribusi kedatangan wisatawan dan penerimaan devisa di Asia pada tahun 2014 dan 2015, Indonesi pada peringkat 10. Dimana kedatangan wisatawan tertinggi berada di China. Meski demikian, perkembangan pariwisata Indonesia dari tahun 2007-2015 selalu mengalami perbaikan.

Dia mengakui, industi pariwisata sangat mendukung pencapaian SDGs maupun IPM. Namun yang perlu diperhatikan adalah kepuasan wisata mancanegara (Wisman) menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan.

"Tidak dipungkiri, perkembangan industri wisata Indonesia cukup baik, karena berpotensi besar dapat mengurangi defisit neraca perdagangan perdagangan jasa. Apalagi wilaya Sumatera masih memiliki potensi disektor pariwisata setalah Jawa dan Bali," pungkasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bappenas Bambang mengatakan, tujuan pembangunan pariwisata Indonesia didukung Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009. Karena dengan pariwisata, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapuskan kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam dan lingkungan.

Dengan pariwisata, dapat memajukan kebudayaan, meningkatkan citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa dan mempererat persahabatan persahabatan antar bangsa.

Namun dalam mendukukunga tujuan tersebut, kata Bambang, perlu pengembangan destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan, sehingga bisa meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat.

Sementara untuk menunjang perihal tersebut perlu didukung prasarana transportasi dan sistem transportasi, sarana umum, fasilitas umum pariwisata. "Kita Indonesia miliki wisata alam sebesar 35 persen, budaya 60 persen, dan buatan manusia 5 persen. Jika potensi ini dikembangkan dengan baik, ini dapat mengangkat sosial ekonomi masyarakat," tandasnya.

Plt Sekdaprov Riau, Muhammad Yafiz dalam arahannya berharap pertemuan Konreg PDRB-ISE se-Sumatera yang digelar di Provinsi Riau dapat memberikan kontribusi membantu mempercepat kemajuan perekonomian dan menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di Pulau Sumatera.