Rabu, 20 September 2017

Konreg PDRB di Riau Fokus Bahas Potensi Wisata



Pekanbaru, Topriau - Menurut  Plt Sekda Riau M Yafiz, sektor pariwisata merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Pusat sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2015-2019. Presiden telah menetapkan Nawacita sebagai program pembangunan Kabinet Kerja 2015-2019. Pada kabinet kerja sektor pariwisata tumbuh menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

"Tak kita pungkiri beberap tahun terakhir sektor pariwisata memberikan kontribusi besar terhadap PBD, baik melalui devisa maupun perputaran ekonomi, serta membuka peluang kerja yang cukup besar dalam mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan," katanya.

Sebab, sektor pariwisata merupakan penghasil devisi terbesar keempat bagi negara, setelah minyak dan gas, batu bara, dan minyak kelapa sawit. Setiap tahunnya, devisa yang dihasilkan industri pariwisata tidak kurang dari 11 Miliar US Dolar.

"Peran pariwisata dalam menyumbang devisa akan semakin besar seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia," ujarnya.

Masih kata Yafiz, penurunan kontribusi ekspor andalan Indonesia seperti minyak dan gas, batu bara dan minya kelapa sawit yang merupakan sumber daya alam tidak dapat diperbaharui. Karenanya, pemerintah menetapkan pariwisata menjadi salah satu dari lima sektor unggulan dalam perekonomian nasional.

"Keunikan objek wisata dan keragaman budaya yang dimiliki, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memperbaiki daya saing, baik di level Asia Tenggara, Asia maupun dunia. Di Sumatera, jumlah Wisman yang masuk tahun 2015 itu mencapai 2,30 juta orang atau 23,67 persen total Wisman yang datang ke Indonesia. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2010 yang hanya 1,73 orang. Artinya Sumatera miliki peluang besar untuk meningkatkan jumlah kunjungan Wisman kedepannya," tutupnya.

Dalam Konreg Konreg PDRB-ISE se-Sumatera tersebut menyepakati tujuh poin penting, salah satunya penetapan pelaksanaan Konreg PDRB-ISE se-Sumatera tahun 2016 di Provinsi Riau, Konreg PDRB-ISE se-Sumatera tahun 2017 akan dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Riau, tahun 2018 di Provinsi Lampung, dan tahun 2019 di Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian memutuskan empat rekomendasi, pertama peningkatan pariwisata Indonesia dapat dilakukan melalui deregulasi peraturan yang menghambat, peninhkatan investasi, sinergi pentahelix (bisnis sebagai lokomotif transformasi pariwisata: academic, business, govermen, community and media), go digital (strategi promosi banding, advertising, dan selling).

Kedua, perbaikan daya saing pariwisata Indonesia diprioritaskan pada pemantauan infrastruktur (aksesibilitas destinasi pariwisata, jalan dan listrik), aspek yang terkait dengan isu kesehatan dan kebersihan (toilet, rest, area, sarana pelayanan kesehatan, dll), sumber daya manusia, dan enviromental sustainability.

Ketiga, BPS mendukung Pemerintah Daerah dalam penyediaan data statistik ekonomi pariwisata daerah berupa indikator-indikator pariwisata dan neraca satelit pariwisata yang terkait dengan aspek sosial dan lingkungan hidup.

Keempat, provinsi dari empat regional yang akan menjadi tuan rumah Konreg 2017 melakukan koordinasi dengan BPS RI secara bersama-sama

Resume hasil Konreg PDRB-ISE se-Sumatera tahun 2016 ini dibuat untuk ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU, yang ditanda tangani BPS, Bappeda dan BI se-Sumatera, diketahui BPS Republik Indonesia Direktur Analisis dan Pengembangan Statistik, Sentot Bangun Widoyono dan BPS Republik Indonesia Direktur Neraca Pengeluaran, Sri Soelistyowati. TR