Sektor Kepariwisataan Sumbang Pemasukan untuk Riau Rp 4,2 Triliun Pada Tahun 2017

TOPRIAU, PEKANBARU - Susah-susah mengembangkan sektor kepariwisataan untuk mencari alternatf manakala sumber pemasukan andalan selama ini mengalami kemunduran, upaya Pemerintah Provinsi Riau untuk membangun dan mengembangkan sektor kepariwisataan mulai menampakkan hasil yang menggembirakan.

"Indikator utamanya adalah jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) ke Riau yang mengalami peningkatan yang signifikan,'' kata Kepala Dinas Pariwisata Riau, Fahmizal ST MSi. ''Sejak 2015, kunjungan wisman ke daerah ini mengalami peningkatan yang menggembirakan,'' kata Fahmizal.

Peningkatan jumlah kunjungan wisman ke Negeri Lancang Kuning ini, menurut Fahmizal, terutama dimungkinkan oleh adanya iven-iven pariwisata besar yang digelar di daerah ini seperti Festival Perang Air (Cian Cuy), Bakar Tongkang di Rokan Hilir, Bono di Pelalawan, destinasi Candi Muara Takus, dan Rayo Enam di Kampar,'' katanya.

Daya tarik lain kunjungan wisman ke Riau, Fahmizal menunjuk wisata religi Masjid Raya An-Nur di Pekanbaru dan Islamic Centre di Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), serta Sport Tourism.

Dijelaskan Fahmizal, pada 2017 jumlah kunjungan wisman di tiga pintu masuk imigrasi, yaitu Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Pelabuhan Dumai, dan Pelabuhan Bengkalis sebanyak 61.014 wisman. Sementara yang tercatat dari manifest kapal dari Batam, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Pinang, Kuala Enok, dan kunjungan iven di Bakar Tongkang dan Cian Cuy 40.886 wisman, dengan total keseluruhan wisman sebanyak 101.904.

Apa umpan balik kunjungan wisman ke daerah ini? Fahmizal merujuk hasil survei PES (passanger exit survey) yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan BPS (Biro Pusat Statistik) RI tahun 2016, yang mencatat pengeluaran rata-rata wisman ke Riau sebesar 708,04 USD, sedangkan wisnu (wisatawan nusantara) tercatat sebesar 1.183,43 USD.

''Jika dikonversikan dengan rate 1 USD Rp13.400, devisa yang dihasilkan dari kunjungan wisman ke Riau selama 3,4 hari sebesar Rp966.838.249.344,'' terang Fahmizal.

Sedangkan untuk wisnu sebanyak 6.534.683, yang mengunjungi iven-iven dan ODTW (obyek daya tarik wisatawan) dengan pengeluaran minimal @Rp500.000 untuk durasi 1, 2 hari ODTW, menghasilkan Rp3.267.341.500.000,00. ''Berarti untuk sektor pariwisata tahun 2017, telah menyumbang sekitar Rp4,2 triliun,'' pungkas Fahmizal. (TR/MCR)