Kadispar Riau Apresiasi Terbentuknya Forwata

TOPRIAU, PEKANBARU - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Riau Fahmizal Usman mengapresiasi terbentuknya Forum Wartawan Pariwisata Riau.    

Menurut Fahmizal yang pernah menjabat Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini, masih banyak objek wisata yang belum terangkat dan tersosialisasikan ke masyarakat. Karena itu, dengan terbentuknya Forwata ini nanti bisa membantu pemerintah khususnya Dinas Pariwisata memperkenalkan objek-objek wisata yang masih belum terjamah ke masyarakat. 

"Saya mengapresiasi terbentuknya wadah organisasi Forwata ini. Dan saya berharap keberadaan wadah Forwata ini bisa sebagai media partner atau mitra bagi Dinas Pariwisata Riau," tutur Fahmizal saat melakukan pertemuan khusus dengan rombongan Pengurus Forwata Riau di Ruang Rapatnya Kantor Dinas Pariwisata Riau di Kompleks Ex Purna MTQ Bandar Serai, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Selasa (21/03/2018).

Fahmizal menyebutkan, dalam membangun sektor pariwisata itu harus memperhatikan tiga unsur yang disingkat dengan 3F yaitu Food, Fashion dan Fun  atau makanan, fashion dan hiburan.

Disamping itu, promosi atau komunikasi marketing adalah unsur yang sangat penting bagi pariwisata. Promosi yang efektif yakni melalui media sosial, media massa dan penyelenggaraan even. 

"Itu harus kita manfaatkan dengan baik. Kita jangan sampai ketinggalan," ujarnya.

Untuk mengembangkan pariwisata di Riau, kata Fahmizal, ada konsep yang namanya Pentahelix, yang artinya melibatkan pihak stakeholder yakni pelaku pariwisata, pemerintah, komunitas dan media.

"Pemerintah harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan dan mendorong sektor pariwisata agar bisa diandalkan dan memberikan dampak ekonomi yang baik kepada masyarakat," tutur Fahmi.

Keterlibatan masyarakat Riau untuk mempromosikan pariwisata setempat juga dibutuhkan. Cara paling mudahnya adalah dengan mengunjungi objek wisata dan mengunduh pengalamannya di media sosial. Sebagai contoh, wisatawan mengunjungi tempat objek wisata bisa mengunduh foto-foto objek wisata itu.

"Untuk mempromosikan destinasi wisata di Riau, Dinas Pariwisata Riau menyebarkannya melalui konsep Digital Tourism, yaitu mengirimkan info destinasi wisata dengan berbagai kuliner wisata dan lain-lain itu melalui medsos seperti whatsapp,  facebook,  twitter, instagram,  youtube,  dan sebagainya dan ini ternyata cukup efektif,"  beber Fahmizal. 

Sebagai contoh, sebut Fahmizal, objek wisata yang baru dikembangkan yakni Pantai Cinta di Teluk Jering Desa Teratak Buluh Kabupaten Kampar. Dimana dulunya tak ada apa-apanya, setelah dipoles ditingkatkan Sapta Pesona dan Sadar Wisatanya lokasi di pinggir Sungai Kampar ini kini setiap minggu bisa mendapat income sekitar Rp250 juta. 

"Kini setiap libur destinasi wisata ini membludak dikunjungi pengunjung terutama dari Pekanbaru.  Dulunya awal dibuka akhir 2017 lalu hanya dapat Rp10 juta dan meningkat Rp20 juta. Kini ekonomi warga setempat meningkat berkat pariwisata.  Semua dikelola oleh masyarakat tempatan," terang Fahmizal. (rls)