Sabtu, 23 September 2017

Ade Hartati Desak Pemprov Riau Bayarkan Gaji Guru Bantu

TOPRIAU, PEKANBARU - Hingga saat ini pembayaran gaji guru bantu atau honorer ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ternyata belum dibayarkan. Kondisi  ini sangat disayangkan oleh anggota DPRD Provinsi Riau.

"Kondisi seperti ini sudah menjadi kekhawatiran kami di dewan, karena ketika hearing beberapa waktu lalu mereka sudah siap untuk membayarkannya. Berarti itu tinggal direalisasinya saja dan kalau tidak ada kendala ya segera direalisasi, karena ini menyangkut hajat hidup guru," kata anggota DPRD Riau, Ade Hartati Rahman. Jum'at (21/4)

Mantan Ketua Aspuri IPR Yogyakarta ini Mendesak Pemprov Riau untuk segera membayarkan dan jangan hanya mencari-cari alasan saja untuk tidak membayarkan honor para guru di tingkat SMA dan SMK se provinsi Riau tersebut karena Pemprov Riau mempunyai tanggungjawab​ yang besar terhadap nasib pendidikan dan para guru. 

"Kita lihat, kalau sampai bulan April ini tidak bayarkan juga. Artiannya tidak ada keseriusan Pemprov Riau untuk menyelesaikan permasalahan ini," ungkap anggota Komisi E DPRD Riau ini,  

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, kalau sampai bulan April ini gaji tersebut belum dibayar. DPRD dalam hal ini Komisi E akan memanggil dinas pendidikan untuk melakukan hearing. Namun, Ade memastikan terlebih dahulu DPRD telah memberi kesempatan untuk melakukan pendataan ulang, verivikasi dan validasi untuk mendata para guru bantu yang diambil alih provinsi tersebut.

"Ini sudah memasuki bulan ke empat, akan tetapi tidak juga selesai. Kita lihat Pemprov tidak mampu mengelola kewenangan yang diamanahkan undang undang," tegas Ade. (TR/GP)

Dengan kejadian​ seperti ini, cukup memprihatinkan dengan para guru bantu tersebut, mereka sudah teriak-teriak meminta hak nya dan mereka tetap melakukan kewajibannya sebagai guru bantu. Untuk itu, Pemrov Riau untuk segera membayar gaji guru bantu tersebut.