Senin, 10 Desember 2018

Diintervensi Oknum Anggota Dewan, Pengerjaan Renovasi Gedung DPRD Pelalawan Terkendala

TOPRIAU, PANGKALAN KERINCI - Pengerjaan renovasi Gedung DPRD Pelalawan mengalami kendala. Terkendalanya pekerjan ini diduga oleh ulah oknum †anggota dewan bahkan tindakan tersebut sudah melampaui batas kewajaran karena tukang harus memenuhi permintaanya walaupun menyalahi bestek .

Beberapa tukang yang mengerjakan gedung DPRD Pelalawan menyampaikan keluhannya kepada wartawan karena banyaknya intervensi dalam pengerjaan meskipun yang mereka kerjakan sesuai dengan bestek. Bahkan para tukang ini merasa bingung karena tak tau siapa yang akan diikuti.

"Bagaimanalah kami mau kerja cepat bang †yang mana harus kami ikuti perintah bos atau perintah bapak bapak dewan ini †sementara apa yang kami kerjakan atas perintah bos menurut kami sesuai bestek †datang bapak dewan itu menyalahkan kerja kami karena menurutnya tidak cocok sementara kalau di bestek udah pas jadi kami bingung mana yang mau kami ikuti bestek kah atau aturan bapak dewan ini", keluh salahseorang tukang yang enggang disebut namanya baru baru ini.

Para tukang ini juga merasa sedih karena ucapan para oknum wakil rakyat ini tidak hanya mengganggu progres pekerjaan tapi tindakannya tidak sesuai dengan kenyataan.

"Yang sedih kali bang suatu hari kami sedang kerja ,karena mereka rapat kami disuruh istirahat tau tau besok dimasukkan ke koran kami gak kerja duduk duduk saja" jelasnya.

Tidak sampai disitu †mereka harus membongkar pasang ulang pekerjaan yang sudah dilaksanakan. "Gimana bisa kerjaan cepat siap †barang udah dipasang sesuai dengan bestek datang bapak bapak itu katanya harus diganti yaa wajar kerjaan kami lambat karena kami harus bongkar pasang", tuturnya.

Selain itu para tukang ini terkendala bekerja karena jika barang yang mereka butuhkan bisa terpasang apabila ada persetujuan anggota dewan, separti pipa peralon yang selama ini bocor otu dalam bestek hanya merek Rujika yang tercantum tidak ada ditulis Rujika warna kuning setelah dipasang mereka minta bongkar lagi.

"Jadi gimana lagi cara kami bekerja bang ,kami minta solusi sama abang,abang lihat kami ini masang keramik dalam waktu 20 menit kami bisa nyelesaikan satu baris kalau satu ruangan ini dengan kondisi sekarang ini paling lama empat hari bang terkait dengan atap itu harus di inden dulu bang ,kalau udah datang kami buka dan langsung kami pasang" terangnya .

PPTK dari Dinas PU Tomas saat dikonfirmasi melalui telpon membenarkan para tukang kebingungan karena apa yang telah di pasang karena tak sesuai dengan bapak dewan di bongkar lagi yaa kami ikuti aja katanya .

Sementara Ketua DPRD Pelalawan H Nasarudin SH MH saat dikonfirmasi tentang pelaksanaan renovasi Gedung tersebut ke nomor 08532088XXXX melalui pesan singkat tidak ada jawaban, bahkan Bupati Pelalawan dihubungi melalui pesan singkat tentang aturan siapa yang harus dilaksanakan kontraktor apakah kemauan anggota dewan atau kesepakatan yang ditanda tangani diatas materai 6000 dalam kontrak pekerjaan namun sampai berita ini diturunkan tidak ada jawaban.

Sementara salah seorang kontraktor berinitial EB saat dijumpai wartawan mengatakan biasanya pengawasan pekerjaan kontraktor ada dari dinas terkait bukan anggota dewan jika tidak sesuai bestek dewan memanggil pihak terkait bukan menyalahkan tukang ,karena tukang itu mengerjakan proyek ada konsultannya.

"Menurut saya anggota dewan seharusnya memantau saja tidak langsung ke tukang tapi ada jalurnya,jadi mari kita fungsikan jabatan kita dengan profesional bukan secara kolonial", terang EB .(ishar. D)