Minggu, 19 November 2017

Kadisdikbud Riau Sebut 50 ribu Masyarakat Buta Aksara

 

Pekanbaru, TOPRIAU - Bersempena dengan Peringatan Hari Aksara Internasional tahun 2015, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Riau melalui Bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI), gelar pameran karya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), se Riau.

Pameran yang dilaksanakan di lantai dasar Mall Pekanbaru tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Disdikbud Riau Dr H Kamsol, Ahad (20/12 )sore, yang ditandai dengan pengguntingan vita dan pemukulan kompang. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 22 Desember 2015 mendatang.

Kamsol kepada wartawan usai membuka acara ahad (20/12) mengatakan, pameran hasil karya dari PKBM se Riau ini merupakan bagian dari upaya Disdikbud Riau memperkenalkan keberadaan PKBM yang salah satunya adalah berfungsi untuk memberantas buta aksara yang ada di negeri ini.

"Untuk pendidikan bagi mereka yang buta aksara ini diawali dengan pemberian keterampilan terlebih dahulu, setelah mereka terampil, perlahan akan diberikan pemahaman dan pengertian akan pentingnya memiliki ilmu, yang salah satunya adalah harus bisa membaca," jelas Kamsol.

Melalui sistem tersebut, pihaknya berharap mereka yang buta aksara akan mau ikut terlibat, sehingga nantinya akan juga bisa tidak buta aksara lagi.

"Karena memang, tidak semua mereka yang buta aksara itu bisa dengan mudah kita mengajaknya untuk mau belajar, makanya melalui pemberian keterampilan ini, diharapkan akan memudahkan untuk mengajar mereka," pungkasnya.

Ketika disingung mengenai jumlah buta aksara di Provinsi Riau saat ini, menurut Kamsol, berdasarkan data dari BPS, terdapat sekitar 50 ribuan masyarakat yang buta aksara. Dia menduga kebanyakan dari jumlah tersebut adalah mereka yang merupakan pendatang atau migrasi ke Riau untuk bekrja di berbagai perusahaan.

"Kita menduga banyak diantaranya adalah dari anak-anak keluarga yang migrasi ke Riau untuk bekerja di berbagai perusahaan, terutama yang tinggal di perkebunan. Karena alasan administrasi seperti tidak memiliki KTP tempatan, membuat mereka tidak menyekolahkan anak-anak mereka," kata Dia.

Untuk itulah Menurut Kamsol, dalam memberantas buta aksara ini, Disdikbud Riau telah menjalin kerjasama dengan pihak Danrem 031 (WB). Kerjasama tersebut dalam melakukan pendataan, sekaligus menjadi pengajar dari para buta aksara.

"Kita akan melakukan kerjasama dengan pihak Danrem, ini kita nilai efektif dalam melakukan pendataan, karena mereka bisa menggunakan tenaga Babinsa, yang keberadaannya ada disetiap desa, dengan demikian, data yang kita peroleh akan lebih akurat kita harapkan nantinya," ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang PNFI Dra Hj Dewi Riyawati Andamari menyebut, pameran yang dilaksanakan ini menampilkan berbagai ragam produk karya dari PKBM Kabupaten/Kota di Riau. Diharapkan masyarakat akan bisa melihat, bagaimanan PKBM ini jug mampu menciptakan peserta didik yang kreatif dan terampil.

"Kita ingin memperlihatkan kepada masyarakat luas, kalau mereka yang belajar di PKBM ini memeiliki skill, karena ini juga bagian dari upaya mengurangi jumlah buta aksara di Provinsi Riau," ungkapnya.TR