Sabtu, 23 September 2017

Pemutih Gigi Alami tanpa Bahan Kimia Berhasil Diciptakan Mahasiswa Riau

TOPRIAU, PEKANBARU - Dunia pendidikan kembali melakukan inovasi baru yang ramah lingkungan. Kali ini inovasi Dental Mask yang ditemukan putri Riau yang sedang melakukan studi di UGM.

Inovais ini bermula ebiasaan masyarakat modern saat ini yang gemar mengonsumsi kopi, teh, dan makanan berwarna seperti anggur dan lainnya. Serta adanya kebiasaan merokok pada sekelompok masyarakat tertentu tanpa disadari dapat mengakibatkan terjadinya perubahan warna pada gigi.

Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan berbagai masalah terutama pada rongga mulut. Seperti timbulnya bau mulut akibat tumpukan sisa minuman maupun makanan tersebut yang jika tidak segera diatasi juga dapat menjadikannya faktor predisposisi timbulnya plak atau karang gigi.

Karena saat ini, tidak sedikit bahan pemutih gigi yang telah dipasarkan. Hanya saja, kebanyakan dari pemutih tersebut mengandung bahan kimia seperti hidrogen peroksida dan carbamide peroksida yang jika digunakan tidak tepat akan menimbulkan berbagai efek samping.

Berangkat dari sanalah Nurzahra S Ningrum, Rizky Septiano, Natalia Kristanti, Muzzammal Alfath dan Qushayvi H dibawah bimbingan Dr Drg Archadian Nuryanti, MKes mencoba untuk menemukan produk pemutih yang berasal dari bahan alami.

Inovasi ini dilakukan untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut, dengan memanfaatkan cuka apel, ekstrak lemon, dan ekstrak biji asam jawa yang selanjutnya akan diteliti bahan mana yang memberikan efek pemutih gigi terbaik.

“Kandungan asam malat serta asam sitrat dari cuka apel, lemon, dan biji asam jawa. Karena miliki mekanisme tertentu dalam menghilangkan pewarnaan pada gigi sehingga dapat membuat gigi menjadi lebih putih,”ujar Ningrum, Minggu (9/7/2017).

Ningrum menambahkan, langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pembuatan sediaan gel HDM. Sebelum itu dilakukan pengolahan ketiga bahan alami tersebut untuk dilakukan ekstraksi atau proses pemisahan zat.

“Setelah itu, kami melakukan uji in vitro pada gigi dengan tiga perlakuan, yakni sebelum gigi diberi pewarnaan dengan air rendaman teh, saat perendaman teh selama  7x24 jam, dan setelah aplikasi gel HDM pada gigi yang telah berwarna kecoklatan akibat perendaman teh. Dari setiap perlakuan tersebut,  gigi in vitro tersebut difoto untuk selanjutnya dilakukan pengukuran derajat warna gigi dengan alat kolorimeter,”tambahnya menjelaskan.(TR/MCR)