Sabtu, 23 September 2017

Pasca Penyegelan SD, DPRD Riau; Jumlah Sekolah Tidak Sebanding Dengan Anak Didik

TOPRIAU,PEKANBARU - Pasca terjadinya penyegelan dua Sekolah Dasar (SD) 78 dan 90, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya di hari pertama tahun ajaran 2017/2018 beberapa waktu lalu. Pasalnya, warga tempatan kecewa kepada pihak sekolah karena anaknya tidak diterima masuk sekolah tersebut.

 

"Sangat di sayangkan terjadinya penyegelan tersebut, kalau ada masalah bisa dibicarakan, bisa dimulai dari RT dan lurah dengan pihak sekolah tanpa harus dilakukan tindakan seperti ini," kata Anggota DPRD Riau Dapil Kota Pekanbaru, Ade Hartati. Selasa (11/7)

 

Lantas, Politikus PAN ini menilai, aksi yang dilakukan oleh masyarakat tersebut masalah yang terjadi harus dilihat apakah yang tidak diterima tersebut anak-anak usia yang berumur dibawah 7 tahun atau tidak. Karena, berdasarkan  undang-undang, tingkat SD negeri harus menerima murid yang sudah berumur 7 tahun.

 

Sementara itu, Ia menilai pokok permasalahan atas kekecewaan warga tersebut​ karena tidak lagi sebandingnya antara jumlah siswa dengan daya tampung sekolah.

 

"Pertumbuhan masyarakat setiap tahun terus meningkat. Saya melihat permasalahannya sekarang ini, rasio antara jumlah siswa dan sekolah tidak sebanding lagi," ungkap Ade Hartati.

 

Selain itu, ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menambah jumlah sekolah yang tidak sebanding dengan rasio jumlah anak usia wajib belajar tersebut. (TR/GP)