Jumat, 22 September 2017

Hearing Dinas Pendidikan dengan Lintas Komisi Berlangsung ‘Panas’ Plt Kadisdik Bengkalis Dituding Main Proyek

TOPRIAU, BENGKALIS - Hearing  lintas Komisi DPRD Bengkalis dengan Dinas Pendidikan berlangsung ‘panas’, Senin (31/7/2017). Dalam rapat dengar pendapat di ruang rapat dewan itu, Pelaksana Tugas Disdik, Edi Sakura dicecar sejumlah pertanyaan krusial terkait persoalan dunia pendidikan di Negeri Junjungan. 

Hearing dipimpin Wakil Ketua DPRD Bengkalis,  H Indra Gunawan Eet, PhD diikuti belasan anggota DPRD lainnya termasuk Ketua Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan, H Abi Bahrun.

Ada sejumlah persoalan yang disampaikan dewan kepada Plt Kadisdik Bengkalis, Edi Sakura. Seperti persoalan mutu pendidikan,  dugaan permainan dan pengaturan proyek di Disdik dengan setoran mencapai 20 persen.

Usai hearing, Indra Gunawan memaparkan bahwa rencana rapat dengar pendapat ini sudah lama direncanakan,  tapi karena dewan memiliki agenda yang padat baru dapat dilaksanakan pada Senin kemarin. "Sangat disayangkan orang yang basicnya seorang guru diberi kepercayaan mengurusi dunia pendidikan, malahan diduga bermain proyek untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Sudah sangat banyak informasi yang kita dapatkan kalau beliau (Edi Sakura)  hanya mengurusi proyek di Disdik,  termasuk instruksi dia minta setoran sampai 20 persen lebih ke rekanan.  Mau jadi apa dunia pendidikan di Bengkalis kalau orang yang diberi amanah ternyata hanya memikirkan kepentingannya saja,” tegas Indra Gunawan. 

Kemudian sambung Eet, ada informasi yang berkembang di lapangan kalau Plt Kadisdik menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di dunia pendidikan Bengkalis menggunakan "tangan besi" terhadap kepala sekolah hingga guru-guru yang tidak mau mengikuti perintahnya..  Termasuk adanya dugaan setoran bagi mereka yang mau promosi jadi kepala sekolah ataupun mereka yang masih mau bertahan di posisi kepala sekolah. 

Selain itu, ujar politisi Partai Golkar ini,  ada banyak pekerjaan rumah dalam memajukan dunia pendidikan dengan melahirkan sumber daya manusia yang unggul terkesan terabaikan sekarang karena prilaku stakeholdernya sendiri yang sibuk mencari untung lewat proyek.  Yang juga menjadi persoalan di Disdik Bengkalis saat ini adalah soal kinerja yang rendah karena ulah Plt kadisdik yang sibuk mengurus proyek termasuk melibatkan bawahannya. 

"Oleh karena itulah kita memanggil yang bersangkutan untuk didengar pendapatnya,  namun saat hearing yang bersangkutan nyaris tidak menjawab pertanyaaan kawan-kawan. Kita atas nama dewan secara kelembagaan akan menentukan sikap atau mengeluarkan rekomendasi atas kinerja Plt Kadisdik," pungkas Eet.(TR/MCR)