Jumat, 17 November 2017

Memperkuat Soliditas, PGRI Riau Gelar Rapat Bersama PGRI Kota Pekanbaru

TOPRIAU,PEKANBARU - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau melaksanakan Rapar Koordinasi dan Konsolidasi bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan apa yang menjadi sasaran sebagai organisasi profesional, organisasi perjuangan, organisasi ketenagakerjaan dapat diwujudkan.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PGRI Provinsi Riau, H Syahril bahwasanya rapat yang dilaksanakan ini dalam rangka memperkuat soliditas dan solidarisaritas untuk terbentuknya organisasi yang kuat, independen, demokrasi dan sustenebel.

 

"Kita harus menjadi organisasi yang benar-benar kuat, independen, merdeka dengan arti kata tidak terdikte dengan faktor eksternal. Hal ini adalah organisasi dari guru-guru dan wajar PGRI memperkuat, memperbesar organisasinya sebagai perkumpulan guru-guru," kata Syahril. Rabu (13/9)

 

Dosen Akademi Akutansi Riau (AKRI) dan IPDN wilayah Riau ini menjelaskan, untuk menjadikan PGRI Kuat, Independen, Demokrasi, dan sustenebel atau berteruskan telah disampaikan dalam rapat tadi.

 

"Untuk memenuhi hal tersebut, kita harus meningkatkan perjuangan. Selain itu, kita harus memperkuat seluruh anggota PGRI agar menjadikan guru yang bermarwah, dan sejahtera," ujar Syahril

 

Selanjutnya ia berharap PGRI akan semakin kuat, semakin bersatu didalam organisasi ini. Bahkan selama ini sudah cukup kuat, tapi independen di PGRI masih terkesan belum kuat karena masih takut terhadap faktor-faktor eksternal.

 

"Kita ini bukan organisasi struktural akan tetapi organisasi guru-guru. Kalau kita selalu tertekan dengan permasalahan eksternal, kapan kita menjadi besar," harap Syahril.

 

Sementara Ketua PGRI Kota Pekanbaru, Defi Warman menjelaskan, kegiatan ini adalah kunjungan PGRI Provinsi Riau kepada PGRI Kota Pekanbaru untuk melakukan rapat koordinasi dan konsolidasi untuk mendapatkan informasi  dari Pengurus Besar (PB) PGRI dari hasil Rakernas beberapa waktu yang lalu karena ada beberapa kebijakan dan juga perjuangan yang dibuat PB terhadap guru.

 

"Beberapa nota kesepahaman PB PGRI dengan berbagai lembaga yang diantaranya pramuka dan kepolisian. Artinya dengan beberapa kebijakan dan nota kesepahaman tersebut, agar guru paham dan tahu bahwa PGRI sebagai wadah guru-guru sudah banyak berbuat  demi memperjuangkan nasib guru dari segala aspek permasalahan," ungkapnya.

 

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Kota Pekanbaru mengatakan, Sesungguhnya hanya tiga saja yang harus dilakukan oleh PGRI ini yaitu bagaimana memperjuangkan nasib guru, sebagai organisasi profesi dan organisasi sebagai ketenaga kerjaan. Dari unsur-unsur yang merupakan basis perjuangan PGRI ini, PB kepada seluruh tingkatan PGRI yang ada dengan melakukan komunikasi yang baik dari atas hingga kebawah.

 

"Dari PB komunikasi kepada Provinsi, dari Provinsi kepada Kota dan Kota kepada Kecamatan dan Ranting sehingga nantinya dilapangan  tidak ada lagi guru yang merasa ada tekanan dalam melaksanakan tugas profesinya karena nasib-nasibnya tidak diperjuangkan," tutup Defi. (TR/GP)