Selasa, 21 Agustus 2018

Tidak Boleh Ikut Ujian Karena Belum Membayar SP, DPRD Riau Mengecam Pihak Sekolah

TOPRIAU,PEKANBARU - Dikarenakan belum membayar uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama dua bulan, seorang murid di SMA 3 Peranap, Indragiri Hulu (Inhu) bernama Ayu Senja Mentari Pagi, tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Mendengar kabar ini, Sekretaris Komisi V DPRD Riau Ade Agus Hartanto menjadi Berang dan mengecam pihak manajemen SMA3 tersebut.

Oleh karena itu, Ade Hartanto juga meminta dinas pendidikan Provinsi Riau agar mengambil keputusan tegas guna membuat jera pihak - pihak sekolah yang berperilaku demikian.

"Darimana ada aturan yang mengatakan, guru boleh mengusir muridnya hanya karena belum membayar SPP? Kita minta dinas pendidikan segera menindak tegas secepatnya," tegas Ade, Rabu, (23/5/2018).

Selain dinas pendidikan yang diminta untuk memberikan sanksi kepada guru - guru yang bersangkutan, Ade Agus juga meminta Plt Gubernur Riau memerhatikan persoalan ini. Peristiwa semacam ini sangat disayangkan apabila terus terjadi.

"Jika hanya uang SPP yang jadi kendala, saya siap untuk melunasinya. Bagi saya, tidak dibolehkan pihak sekolah mengusir muridnya karena belum membayar uang SPP, kan masih ada cara lain," ungkapnya.

Ade Agus Hartanto menegaskan peristiwa semacam ini merupakan sebuah ciri dari dunia pendidikan yang masih terpuruk dan tertinggal. Oleh karena itu, hal ini harus segera di singkirkan dari dunia pendidikan Riau.

"Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi kedepannya. Karena kalau ada lagi siswa yang dikeluarkan dari ruang ujian karena tidak bayar SPP atau pungutan lainnya, maka itu artinya dunia pendidikan di Riau masih terpuruk dan tertinggal," terangnya.(TR)

sumber; goriau.com