Jumat, 19 Oktober 2018

Guru Honorer Datangi DPRD Pekanbaru, Minta Dana Insentif tak Dirasionalisasi

TOPRIAU, PEKANBARU -- Belasan guru honorer Pekanbaru yang tergabung dalam Forum Guru Honorer Sekolah Negeri (FGHSN) mendatangi Kantor DPRD Pekanbaru, Senin (3/9). Kedatangan guru honorer ini untuk menyampaikan aspirasi terkait isu rasionalisasi yang beredar saat ini.

Ketua FGHSN Kota Pekanbaru, Sarno mengatakan saat ini Pemko Pekanbaru akan melakukan rasionalisasi anggaran di semua OPD. Salah satunya di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

"Jadi kita datang ke sini itu mau menyampaikan aspirasi kita tentang perkembangan kabar tersebut. Kita berharap agar rasionalisasi yang dilakukan Pemko Pekanbaru tidak mengorbankan insentif yang selama ini diterima oleh guru honorer," ujar Sarno.

Kepada wartawan ia mengatakan jika selama ini guru honorer mendapatkan dana insentif Rp600 ribu/bulannya.

"Alhamdulillah dengan insentif ini guru honorer sangat terbantu. Kalau hanya mengandalkan gaji guru honorer tidak termakan. Karena gaji guru honorer itu sangat kecil, bahkan anggota kita ada yang bergaji Rp250 ribu/bulan. Tergantung dana BOS dan juga banyaknya murid di suatu sekolah," ungkapnya.

Jika nantinya insentif dikurangi lagi, ditakutkan ini akan berdampak pada mutu mengajar guru-guru honorer yang buyar konsentrasinya gara-gara hal tersebut.

"DPRD Pekanbaru kan sebagai mitra Pemko Pekanbaru. Untuk itulah kita minta agar DPRD Pekanbaru menyampaikan hal ini pada Pemko Pekanbaru. Kita berharap insentif tidak termasuk dalam rencana rasionalisasi," pungkasnya. (TR/Komi