Panwaslu Bengkalis Temukan Pemilih Ganda Pilgubri 2018

TOPRIAU, BENGKALIS-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bengkalis menemukan beberapa masalah saat proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih di Kabupaten Bengkalis.

Sejauh ini Coklit masih berjalan, hanya saja beberapa kendala masih kita temukan. Baik itu pemilih ganda, pemilih yang sudah meninggal dunia, domisili dan belum terdaftar. Jadi dasar pendataan ini kartu keluarga (KK)," ujar Ketua Panwaslu Kabupaten Bengkalis, Mukhlasin, Jumat (26/1/2018).

Coklit berfungsi untuk memverifikasi data pemilih secara faktual. Masyarakat diharap terbuka saja bilamana petugas mendatangi kediamannya.

"Memang tak banyak temuan pemilih ganda, ada beberapa desa di beberapa TPS. Yang meninggal juga begitu, tetapi langsung dilakukan penghapusan," imbuhnya.

Mukhlasin berharap Coklit menghasilkan data data ril pemilih untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018.

Simulasi Masih terkait persiapan Pilgubri, Polres Bengkalis bersama TNi melakukan simulasi pengamanan. Dalam simulasi itu, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis diserang ratusan pengunjuk rasa yang tidak puas dengan hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur Riau. Mereka menggeruduk dan membuat kerusuhan di depan kantor itu, Jumat (26/1/2018) pagi.

Kepolisian Resort Bengkalis dibantu TNI dan Damkar menurunkan kekuatan penuh guna meredam dan melerai kerusuhan yang semakin memanas. Kawat berduri disiagakan menghentikan langkah pengunjuk rasa.

Tembakan gas air mata dilepas pihak Kepolisian. Beruntung kerusuhan tidak menyebabkan korban jiwa.

Kerusuhan itu merupakan bagian dari simulasi pengamanan Pilkada Riau di Bengkalis yang dilakukan Polres Bengkalis di Lapangan Tugu.

Simulasi pengamanan Pilkada Riau dilakukan untuk memastikan pasukan keamanan benar-benar siap mengamankan pemilu tahap demi tahap.

"Petugas pengamanan harus siap untuk menghadapi semua situasi, syukur-syukur situasi aman. Kita harapkan seperti itu," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni SIK, usai menyaksikan pertunjukan simulasi pengamanan Pilkada Riau.

Abas menyampaikan, simulasi pengamanan dilakukan dari tahap ke tahap. Mulai dari pendaftaran, kampanye, pendistribusian surat suara, pencoblosan dan pendistribusian surat suara ke KPU.

"Dan yang utamanya memang di KPU Provinsi Riau ya, namun di sini kita tetap melakukan pengamanan untuk segala kondisi. Kita mengevaluasi beberapa pemilihan yang lalu. Beberapa yang menjadi perhatian yaitu pendistribusian, mulai dari blanko sampai semua perlengkapan kita amankan," terangnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya menurunkan 270 personel untuk menjaga keamanan Pilkada Riau di Bengkalis. Jumlah itu akan ditambah dari satuan lain seperti TNI dan Satpol PP.(TR/MCR)