Firdaus; Peluang Pengembangan Kawasan Tenayan Raya, 100 Tahun Kedepan

TOPRIAU,PEKANBARU - Perencanaan pembangunan Kawasan Tenayan Raya, sudah dimulai semenjak pertama sekali dirinya menginjakkan kaki di puncak perbukitan yang kini menjadi pusat perkantoran Pemko Pekanbaru pada tahun 2012 lalu.

 

Bakal Calon Gubernur Riau, Dr Firdaus MT bersama Rusli Effendi mengungkapkan, kalau pembangunan kawasan Tanayan Raya bukanlah tanpa perencanaan yang matang. Dari sana semua bermula, selanjutnya tahun 2014 pemerintah Kota mulai melakukan proses pembebasan lahan sampai kemudian dilanjutkan dengan proses pembangunan.

 

''Dulu, ketika meninjau, harga tanah masih sangat murah. Hanya berkisar Rp20.000 per meter. Itu juga yang dijelaskan masyarakat. Tapi begitu dikatakan akan dilakukan pembangunan kawasan perkantoran, semua bergeliat. Harga tanah mulai naik dan melonjak,'' katanya Firdaus, saat dimintai tanggapannya terkait pertumbuhan kawasan Tenayan Raya yang demikian pesat saat ini.

 

Saat ini, setelah perkantoran berdiri, Pemko Pekanbaru sudah bersiap untuk memindahkan pusat aktivitas pembangunan di Kawasan Tenayan Raya itu, harga tanah pun terus mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

 

''Saya belum cek, namun terakhir, banyak warga yang bilang kalau harga tanah di Tenayan sudah mencapai rata-rata Rp200 ribu per meter. Bahkan ada yang sudah melebihi angka tersebut, itu sesuatu yang luar biasa,'' ungkap Firdaus saat ditemui disela- sela kampanye dialogis di Tanayan Raya, Rabu (7/3/2018) malam tadi

 

Sementara itu, Firdaus mengungkapkan kalau semua itu bukan hal yang tanpa perencanaan. Pembangunan kawasan Tenayan Raya juga terintegrasi dengan beberapa daerah lainnya lewat akses transportasi di wilayah lintas timur sumatera yang menghubungkan Pekanbaru, Siak, Pelalawan dan Kampar.

 

"Semuanya dengan perencanaan yang matang. Jadi bukan hanya berbicara soal perkantoran. Tapi juga peluang pengembangan kawasan lainnya, termasuk dalam, kaitannya dengan pembangunan kawasan Pekan Sikawan,'' tutur Firdaus.

 

Seluruh jalan tersebut akan menjadi urat nadi perekonomian baru untuk wilayah Riau yang akan menghidupkan seluruh wilayah di kawasan terdekat. Di Tenayan Raya juga dibangun kawasan industri, perkantoran, pusat perdagangan.

 

"Tahap awal mungkin akan dimulai dari mulai padatnya aktivitas pemerintahan. Selanjutnya secara bertahap akan bergerak pada aktivitas industri. PLTG dan PLTU Tenayan juga sudah bergerak menjelang akhir tahun 2019 ini dan itu akan membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat dan juga akan membutuhkan kawasan permukiman serta infrastruktur lainnya,'' ujar Firdaus.

 

Dia menyebutkan, sesuai dengan ketentuan dari kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah dibenarkan untuk mengembangkan kawasan permukiman, perkantoran dan kebutuhan publik lainnya mencapai 70 persen dari luar wilayah dan 30 persennya dijaga sebagai paru-paru kota.

 

''Pekanbaru punya luas wilayah sekitar 623 ribu meter persegi dan yang termanfaatkan baru 30 persen, masih ada 40 persen lahan yang tersedia dan itu masih bisa dikelola secara maksimal untuk pertumbuhan dan pemerataan pembangunan antar kawasan,'' papar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tersebut.

 

Ia berharap, ini bisa jadi peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Riau dan Pekansikawan khususnya. Rancang Tenayan Raya bukan untuk sepuluh tahun, tapi sampai 100 tahun ke depan. Tapi, efek dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi sampai tahun ke empat ini sudah demikian pesat.

 

"Silahkan dinilailah seperti apa. Silahkan ditanya pada masyarakat di Tenayan apa efek dari pembukaan kawasan tersebut. Kita harapkan bukan saja masyarakat Tenayan yang mendapatkan pesan positif tersebut, namun juga kawasan satelit di sekitar Pekanbaru seperti Pelalawan, Siak juga Kampar,'' tutup Firdaus. (TR/Rls)