Jumat, 21 September 2018

Warga Berharap, Firdaus Peduli Suara Masyarakat Hingga Membuka Peluang Lapangan Pekerjaan

TOPRIAU,BULUH NIPIS - Sebagai masyarakat Kampar, banyak yang mendoakan agar Firdaus-Rusli bisa memimpin Riau ke depan dan menjadi pemimpin yang memahami denyut nadi kehidupan masyarakat. Bahkan terlihat dari kampanye Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau no 3.

 

Pasalnya, ratusan masyarakat sangat antusias mendengarkan pidato politik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Firdaus- Rusli melaksanakan kampanye dialogis di Desa Buluh Nipis, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Kamis (8/3/2018) siang tadi.

 

Dalam kampanye, Firdaus hadir didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Azis Zaenal dan Wakil Ketua DPW Partai Demokrat Riau, Koko Iskandar serta sejumlah kader partai pengusung paslon nomor urut 3, Firdaus- Rusli. Dalam kesempatan ini, ia memaparkan perihal niatnya mengikuti pemilihan kepala daerah Provinsi Riau karena keinginan untuk bisa membangun masyarakat Riau yang madani.

 

Selain itu, banyak aspek yang menjadi fokus perhatiannya dalam membangun Riau ke depan. Salah satunya adalah terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan banyak mendapat masukan dari masyarakat tentang sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, minimnya perhatian yang diberikan dunia usaha untuk masyarakat setempat dan konflik tapal batas lahan masyarakat dan antar wilayah.

 

''Sejauh ini, saya sangat memahami persoalan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan dan peluang yang bisa didapatkan oleh masyarakat dalam lapangan pekerjaan. Untuk itulah, pihaknya sudah memprogram upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan menambah kapasitas pendidikan untuk kejuruan dan pendirian balai latihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat,'' katanya.

 

Selanjutnya, bila setelah tenaga kerja terdidik, lantas pihak perusahaan tidak juga memberikan perimbangan yang layak untuk tenaga kerja tempatan sebagaimana ditentukan Undang-undang. Maka pemerintah berhak untuk melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan dan memastikan kualifikasi tenaga terdidik seperti apa yang diinginkan sehingga masyarakat tidak diberikan tempat untuk bekerja.

 

Untuk itu, Firdaus berharap, ke depan agar tidak ada perusahaan yang tidak perduli pada masyarakat. Perusahaan wajib menyisihkan 2,5 persen dari keuntungannya untuk membantu pemberdayaan peran masyarakat.

 

''Ini kan keluhan yang disampaikan masyarakat. Tadi juga saya sudah sampaikan kepada Pak Bupati Kampar agar apa yang menjadi keluhan masyarakat dicarikan solusinya. Bagaimanapun, investasi itu juga penting, masyarakat juga penting. Karena itulah, ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan investasi, kita harapkan bisa dimusyawarahkan, diselesaikan dengan solusi yang sama-sama menyenangkan,'' tutup Firdaus yang juga didampingi oleh Rusli Efendi. (TR/Rls)