KPU Kota Pekanbaru; Melalui Media Mensosialisasi Pesta Demokrasi

TOPRIAU,PEKANBARU - Menyukseskan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau (Pilgubri), Komisi Pemilihan umum (KPU) Pekanbaru melibatkan media untuk mensosialisasikan pesta demokrasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan sadar untuk menggunakan hak pilihnya.

 

Sosialisasi Pilgubri 2018 ditaja oleh KPU Kota Pekanbaru bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau. Hadir sebagai pemateri Ketua KPU Kota Pekanbaru, Amirudin Sijaya, komisioner KPU Yelli Nofiza, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang dan berbagai media yang ada di Pekanbaru. Rabu (4/4)

 

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Pekanbaru Amiruddin Sinjaya, berbagai persoalan dan persiapan Pilgub 2018, bahwa keterlibatan wartawan dalam pilgubri ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Karena tanpa adanya media pesta demokrasi tidak bisa diketahui publik secara luas.

 

"Pers memiliki peran yang besar dalam menyukseskan pelaksanaan Pilgubri. Untuk itu, kami menggandeng PWI Riau dalam mensosialisasikan pelaksanaan Pilgubri, karena kami tau pernan wartawan dan media dalam mensukseskan pilgubri ini sangat besar," katanya.

 

Selainnya itu, saat ini sedang berlangsung tahapan Pilgubri 2018, yakni masa kampanye, audit dana kampanye, daftar pemilih sementara dari hasil pemutakhiran data yang sudah dipajang di kantor kelurahan yang dilakukan sejak 24 Maret sampai 2 April masa waktu memberikan tanggapan masyarakat dan tahapan selanjutnya akan terus dilakukan monitoring ke lapangan.

 

Bahkan, Amirudin berharap, dengan peran media dalam menyebarluaskan informasi terkait Pilgub 2018 ini bisa berjalan maksimal dan menembus kepada berbagai lapisan masyarakat.

 

"Tadi kita terima banyak tanggapan dan masukan dari rekan-rekan wartawan, termasuk juga saran perbaikan kinerja kami KPU kedepannya, kami berharap pertemuan seperti ini bisa terus berlangsung dan kami juga berharap teman-teman media ikut mensosialisasikan pelaksanaan Pilkada kepada berbagai lapisan masyarakat mulai dari kaum perempuan, pemilih pemula, tokoh masyarakat dan sosialisasi kepada mahasiswa atau ke kampus-kampus," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua PWI Riau Zulmansyah Sekedang menjelaskan, tema masalah Pilgubri merupakan isu yang seksi dan menarik dibahas dalam pemberitaan saat ini. Bahkan dilihat banyak media cetak maupun elektronik terlibat di dalamnya.

 

Ia berharap para wartawan dapat diberikan pencerahan aturan main dalam Pilgubri ini. Karena sesuai aturan undang-undang pers, jika wartawan terlibat menjadi tim salah satu pasangan wajib mundur dari profesinya.

 

"Kita juga meminta dalam pesta demokrasi ini, para wartawan harus mengedepankan profesionalisme yang sesuai dengan PKPU no 4 tahun 2017 pasal 62 semua media wajib memberitakan adil semua paslon. Jangan yang sudah menempel, yang diberitakan sementara yang lain tidak diberitakan," tuturnya. (TR/GP)