Kamis, 24 Januari 2019

SBY; Lebih Baik Kita Mengalah, Turunkan Semua Atribut

TOPRIAU,PEKANBARU - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung melihat bendera dan sepanduk ucapan selamat datang yang dipasang oleh kader Partai Demokrat Riau dirusak orang yang tak dikenal. Terlihat, tak bisa menyembunyikan kesedihannya yang dirasakan, begitu juga kader Demokrat lainnya.

 

Karena tak tahan melihat baliho dan bendera partainya porak poranda, SBY langsung memerintahkan kepada Sekjend danPengurus Partai Demokrat Riau untuk mencabut seluruh bendera, sepanduk, serta baliho Partai Demokrat.

 

"Saya perintahkan kepada Sekjend, pemimpin Demorkat Riau dan Pekanbaru agar semua atribut ucapan selamat datang atas kunjungan saya ke Riau dan bendera Demokrat diturunkan, lebih baik kita mengalah dan diturunkan dari pada bendera, baliho kita dirobek, diturunkan, diinjak. Sama saja dengan merobek saya, menginjak dan dibuang ke selokan," ungkap SBY saat melihat insiden tersebut.

 

Sebelumnya, SBY telah mengetahuinya sejak malam hari dari laporan para petinggi Partai Demokrat Riau.

 

"Tadi malam hingga dini hari para petinggi Demokrat Riau mendapat kabar kalau bendera dan baliho selamat datang dirusak. Saya tidak langsung percaya, tapi kenyataan pahit ini memang benar saya terima. Lalu pagi ini saya sengaja melihat jalan ini, rupanya memang benar. Ada yang dirobek, dibuang ke parit parit," ujar SBY, Sabtu, (15/12).

 

Selanjutnya, SBY tampak heran dan tak menyangka hal ini akan terjadi padanya. Bahkan Ia tak percaya jika masyarakat Riau yang dikenal memiliki santun, budi pekerti dan, akhlak yang baik tega melakukan hal seperti ini.

 

"Apakah di Riau sudah berubah?, pertanyaan itu sempat saya tanyakan kepada soudari kami. Selama 10 tahun saya memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau saling menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya," tegasnya.

 

Saat pertama kali memijakan kakinya di Pekanbaru,Jumat (14/12) pagi, SBY disambut dengan berbagai jenis bendera partai dan juga baliho.

 

Bahkan SBY mengatakan hal tersebut membanggakan dan itu adalah simbol majunya demokrasi. Tapi kenyataannya berbeda, hal pahit harus diterima karena bendera dan baliho partai Demokrat dan juga ada gambar wajahnya dirusak oleh orang tak dikenal.

 

"Saya bukan Calon Presiden, saya tidak berkompetisi dengan Jokowi. Saya berikhtiar berjuang dengan cara baik dan amanah sesuai dengan yang diatur konstitusi dan Undang-undang, tapi ini yang kami dapatkan," tegasnya lagi. (TR/GP)