Ratusan Penghuni Rutan Dumai, Terancam Kehilangan Hak Pilih Pemilu 2019

TOPRIAU,DUMAI - Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan Kelas II B Dumai terancam kehilangan hak pilih di Pemilu 2019. Persoalannya, para penghuni Rutan itu karena tidak masuk di daftar pemilih tambahan (DPTb).


"Banyak penghuni Rutan yang tidak bisa masuk DPTb, mereka tidak bisa masuk DPTB karena belum terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT)," kata Komisioner Divisi Perencanaan dan Data KPU Kota Dumai, Siti Khodijah, saat dikonfirmasi pada minggu petang (14/4/2019).


Sementara, data dari Kepala Pengamanan Rutan kelas II B Dumai, Aldino menyebutkan jumlah total warga binaan di Rutan Dumai saat ini mencapai 1048 jiwa. Rinciannya penghuni Rutan Dewasa yang masuk DPTB hanya 632 jiwa. Sedangkan sekitar 452 jiwa penghuni Rutan Dumai lainnya terancam tidak dapat menggunakan hak suaranya.

 

“saat ini jumlah penghuni Rutan Dumai mencapai 1084 jiwa dan yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap hanya 632 jiwa untuk pemilu 2019,”ujar Aldino.

 

Warga binaan lapas tersebut, kini masih menunggu aturan resmi dari KPU RI untuk memasukkan mereka dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Meski demikian dengan status sebagai orang yang menjalani hukuman, tidak secara otomatis warga binaan tersebut bisa masuk dalam DPTb.

Sejauh ini, sesuai aturan yang ada warga binaan yang berada  di rutan dapat masuk ke daftar pemilih tambahan. Syaratnya untuk masuk ke daftar pemilih tambahan harus terdaftar di DPT daerah asal, dan Calon pemilih itu cukup menunjukkan KTP-elektronik  untuk didata masuk DPTb.

*Dekatra