Sabtu, 17 November 2018

Surau Ustadz Shaleh Abbas; Dimakan Usia

Assalamulaikum,

Di suatu kampung di Sungai Pakning sana pada tahun 80-an, seorang Ustadz bernama Shaleh Abbas berjuang mengajarkan anak-anak untuk mengaji. Dengan kemampuan yang seadanya dan serba kekurangan Ustadz Shaleh mendirikan sebuah surau di dekat rumahnya yang hanya seperti gubuk kecil yang terbuat dari kayu, itulah tempat Ustadz Shaleh untuk mengajarkan ilmu keislaman untuk anak-anak.

 

Walaupun dengan penerangan yang sangat minim sekali, setiap malam murid-muridnya datang dengan penuh semangat sembari berharap dapat mempelajari Agama Islam. Meski harus menempuh jalan becek dengan penerangan suluh itu bukan alasan bagi murid-murid nya untuk tidak datang ke surau Ustadz Shaleh.

 

Anak-anak yang mengaji silih berganti dan sudah bertukar generasi, sampai ada diantaranya anak didik Tuan Guru Shaleh yang sudah menjadi Doktor. Namun takdir berkata lain, setiap mahlum yang hidup di bumi pasti akan mati dan akan kembali kepangkuan sang Illahi, begitu juga dengan Tuan Guru yang kini sudah kembali ke pelukan Allah. Surau kayu yang dibangun oleh sang Guru dengan ambisi dan semangat yang membara itu rubuh karena dimakan usia. Setelah wafatnya sang Guru dan robohnya surau, belajar mengaji pun terhenti.

 

Hari ini, Alhamdulillah jalan becek yang dulu dilalui murid tuan Guru sudah mengkilat karena sudah di oles aspal. Jalanan gelap gulita yang biasa di lalui juga sudah dialiri listrik sampai ke lokasi bekas surau sang Guru. Wafatnya sang Tuan Guru Ustadz Shaleh juga berdampak kepada anak-anak penerus bangsa dan pejuang Agama disana sungguh menyayat hati karena banyak yang tidak bisa baca Qur'an.

 

Selain karena Tuan Guru yang sudah wafat, tidak adanya surau atau musholla untuk tempat mengaji juga menjadi faktor besar. Anak-anak yang dulu semangat shalat dan mengaji mulai tenggelam dijaman Milenial, mereka diterpa gelombang teknologi informasi dan telekomunikasi melalui gangguan gadget yang ada digenggaman mereka dan tv yang juga banyak siaran yang tidak mendidik.

 

Murid Tuan Guru Shaleh terdahulu bukan tidak memiliki prestasi, Ustadz Dr. M.Khoir Al-Kusyairi, MA adalah murid Ustadz yang memiliki kerendahan hati tersebut. Ustadz Khoir bersama anak Almarhum Ustadz Shaleh Abbas beserta masyarakat, sangat risau dengan keadaan buruk yang melanda anak-anak di desa yang kini sudah menjadi kelurahan.

 

Inisiatif dari anak dan murid sang tuan Guru pun datang untuk memerangi anak-anak yang sudah terlena dengan jaman milenial ini. Mereka mendirikan sebuah Musholla 8x8 M2 di tanah waqaf yang ditaksir akan memerlukan biaya sekitar Rp150 juta.

 

Gotong royong yang menjadi adat turun temurun masyarakat Indonesia telah dimulai untuk membersihkan lahan tanah lunak bergambut di pantai Timur Riau ini. Pengadaan material bangunan yang didatangkan dari jauh untuk memulai pondasi musholla itu sudah berdatangan di Jl Shaleh Abbas RT 03 RW 06, Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

 

Upaya mulia ini tentu patut kita apresiasi dan kita dukung, dengan mengukur terlebih dahulu keadaan kita masing-masing. Mari kita panjatkan do'a dan kita beri dukungan perjuangan Ustadz Dr Khoir dan kawan-kawan agar seluruh proses pembangun berjalan dengan lancar dan sukses. Untuk saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang ingin menyumbangkan sedikit harta dan zakat, sangat diharapkan disalurkan ke kegiatan yg mulia ini. Semoga Allah menjadikan usaha ini sebagai amal jariah dan melipatgandakan rizki kita semua.

 

Hendi, Head Program Aksi Cepat Tanggap Provinsi Riau mengajak semua masyarakat untuk berkontribusi membantu pembangunan surau Ustadz Shaleh Abbas. Jangan biarkan syiar Islam redup di Negeri Melayu.

Jangan biarkan anak-anak kita jauh dari Cahaya Qurani, Saatnya Umat selamatkan Umat.

 

Mari salurkan donasi terbaik Anda melalui rekening a.n (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap.

BNI Syariah 66 6000 0460

BTN Syariah 71 3100 3803

BSM 6666 7777 68

Mandiri 127 000 7721 226

 

Untuk rekening zakat melalui (Yayasan) Global Zakat melalui rekening

BNI Syariah 99 0000 670

 

*Tambahkan angka unik (111) di akhir nominal untuk donasi Rubuhnya Surau Ustad Shaleh Abbas. Contoh Rp 500.111,-

 

Careline : 0761 6702240

Whatsapp center: 0852 1000 1191

 

Dan, konfirmasi donasi sahabat juga bisa melalui whatsapp A.n Wahyu 082171613582

 

Oleh : Wahyu Fitra, Marketing Komunikasi ACT Riau