Rabu, 20 September 2017

20 Pasang Pengantin Nikah Massal di Intan Podi Rohul


Rokan Hulu, TOPRIAU - Sebanyak Dua puluh pasangan pengantin yang berasal dari empat desa dan satu kelurahan se Kecamatan Ujungbatu, Senin (30/11) mengikuti Nikah Masal di Aula Intan Podi Kantor Camat Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Kegiatan yang ditaja TP PKK Kabupaten Rohul bekerja sama dengan TP PKK Kecamatan Ujungbatu tersebut dihadiri, Camat Ujungbatu, Elbizri SSTP MSi, Perwakilan TP PKK Kabupaten Rohul, Sri, Ketua TP PKK Kecamatan Ujungbatu, Kepala KUA Kecamatan Ujungbatu, H Syafaruddin Pulungan, serta segenap kepala.

Prosesi pernikahan masal tersebut langsung dipimpin Kepala KUA Kecamatan Ujungbatu, H Syafaruddin Pulungan, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran.
Perwakilan TP PKK Kabupaten Rohul, Sri dalam sambutannya mengatakan, kegiatan nikah masal yang ditaja PKK Kabupaten Rohul yang bekerjasama dengan TP PKK Kecamatan Ujungbatu merupakan program yang menyentuh langsung kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan program nikah masal ini dapat berlanjut di masa yang akan datang. Kesuksesan program ini tidak terlepas dari bantuan K3S dan Pemerintah Daerah Rohul,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Ujungbatu, Elbizri SSTP MSi dalam arahannya, mengatakan sebanyak dua puluh pasangan pengantin mengikuti nikah masal tersebut. selain itu, sambungnya dari dua puluh pasangan pengantin, Sembilan pasangan pengantin merupakan program dari TP PKK Kabupaten Rohul dan sebelas pasangan lagi merupakan program TP PKK Kecamatan Ujungbatu.

“Tujuan kegiatan ini agar masyarakat memiliki legalitas hukum yang jelas, sesuai amanat Undang-Undang no 1 tahun 74, yang berbunyi setiap masyarakat yang memiliki pasangan harus ada identitas yang jelas,” jelasnya.

Selain itu, fungsi lain dilakukan kegiatan itu, kata Elbizri, sesudah menikah pasangan pengantin akan menerima buku nikah, yang kegunaan surat nikah ini untuk persyaratan pembuatan Akte kelahiran anak.

“Jika sudah ada surat nikah, akan mudah mengurus Akte kelahiran anak. Selama ini banyak masyarakat yang sudah menikah tetapi tidak tau dimana nikahnya dan tidak memiliki surat nikah. Hal ini akan menjadi PR bagi kami kedepan, dimana masyarakat harus memiliki legalitas yang jelas sesuai undang-undang yang berlaku,” terangnya.
Lebih jauh diterangkannya, bagi masyarakat yang sudah menikah lebih dari sekali, harus melalui prosedur nikah Isbat di pengadilan agama, serta harus memiliki surat perceraian.

“Nikah Isbat di Pengadilan Agama untuk masyarakat yang sudah menikah lebih dari sekali,  karena rentang waktu yang lama dan syarat yang banyak dilakukan nikah baru,” jelasnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pasangan asal Dusun Sukamaju yang mengikuti nikah masal tersebut, Fauzi Harahap mengataan, merasa terbantu dengan diadakannya nikah masal ini. “Kami dapat informasi dari KUA Ujungbatu, dengan program nikah masal ini kami sangat terbantu, karena tidak perlu mengeluarkan biaya,” tuturnya.TR