Jumat, 17 November 2017

Mau Jadi Kades di Kabupaten Siak Harus Bisa Baca Alquran

TOPRIAU, SIAK -  Bagi warga yang berminat jadi kepala desa salahsatu syarat yang dilewati harus bisa membaca Alquran. Pemerintah Kabupaten Siak selektif dalam kriteria pemimpin meskipun hanya untuk ukuran kepala desa.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Hasmizal mengatakan untuk tes balon penghulu tersebut, pihaknya mewajibkan peserta untuk bisa baca Al Quran bagi yang beragama Islam.

Selain itu materi tes tertulis adalah, pancasila dan UUD 1945, bidang pemerintahan kampung, pemberdayaan masyarakat, pemerintahan umum dan pembangunan. Kemudian ditambahkan pengetahuan adat istiadat kampung dan pengetahuan agama. Kemudian untuk tes secara lisan meliputi, wawancara, penyampaian visi dan misi, kemampuan untuk berpidato,

Pelaksanaan kegiatan tersebut dimulai pada tanggal 24 sampai tanggal 28 Juli 2017. Peserta berasal dari 33 kampung di 13 kecamatan yang berjumlah sebanyak 115 orang. Satu kecamatan yang tidak ikut yaitu kecamatan Minas, di karenakan belum habis masa jabatan Penghulu tersebut.

Sementara Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Budi Yuwono saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, penghulu merupakan ujung tombak dari pembangunan yang selalu berinteraksi dengan masyarakat. Artinya tugas-tugas Penghulu itu sama dengan tugas-tugas dari Bupati hanya saya dalam lingkup yang lebih kecil.

“Tugas dari seorang penghulu itu cukup berat, karena langsung berhubungan dengan masyrakat. Kalau penghulunya arif dan bijaksana maka aman dan damailah kampung tersebut,” sebut mantan Sekretaris Dinas Perhubungan itu.

Dijelaskannya pula, penghulu adalah agen perubahan untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera dengan melakukan pendidikan politik yang baik kepada rakyatnya.

Kalau kampungnya kuat dan makmur, sambung Budi, maka negara menjadi hebat. Kalau para penghulu sungguh bisa membuat kampung jadi makmur maka negara akan menjadi hebat dan kuat.

Dia mengharapkan kondisi sosial tetap terjaga dengan baik selama dalam masa pemilihan penghulu di kampung masing-masing.

Pelaksanaan tes balon penghulu tersebut berlangsung hingga petang hari. Tampak hadir camat dari masing-masing peserta, dan tim penyaringan dari kecamatan serta jajaran staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung.

Sementara peserta  bakal calon (balon) Penghulu mengikuti seleksi tertulis, Senin (24/7/2017) di Kantor Bupati Siak.

Salah seorang peserta yang termuda, Ikhsan Parulian Harahap (28) asal Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib mengaku optimis lolos ujian seleksi maupun tertulis. Berbekal dari pendidikan jurusan Syari'ah UIN Susqa tahun 2015 ingin memajukan kampungya menjadi sebuah kampung yang Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur.

Maksud Ikhsan adalah, menjadikan sebuah kampung yang subur dan makmur, adil dan aman. Dimana yang berhak akan mendapat haknya, yang berkewajiban akan melaksanakan kewajibannya dan yang yang berbuat baik akan mendapat anugerah sebesar kebaikannya. Sehingga tidak ada lagi kezaliman.

Hal senada diungkapkan calon Penghulu Kampung Bukit Agung kecamatan Kerinci Kanan Minarni Damayanti (43). Dirinya mengaku siap untuk mengikuti seleksi atau ujian yang diberikan pada hari ini. Minarni adalah salah satu peserta wanita yang kebetulan peserta wanitanya hanya dua orang. (TR/MCR)